Jepang Hadapi Ketimpangan Wisata, Turis Asing Menumpuk di Kota Populer
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:03
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Jepang menjadi salah satu destinasi wisatawan asing, termasuk Indonesia. Hasil survei pergerakan masyarakat 2025 menunjukkan Niseko menjadi titik wisata paling banyak dikunjungi turis asing.
Resor ski terkenal di wilayah Hokkaido itu mengungguli destinasi populer lainnya dan mempertegas dominasi kawasan Wisata Internasional Jepang di mata pelancong mancanegara.
Menurut laporan Kyodo News, 9 Mei 2026, tingginya Kunjungan Wisatawan asing masih sangat terkonsentrasi di lokasi-lokasi dengan reputasi global, seperti kawasan kuil bersejarah di Kyoto hingga resor ski di Hokkaido.
BACA JUGA
3 Kawasan Asia Masuk 10 Lingkungan Terkeren Dunia 2025, Indonesia Ada di Daftar?
Ini Alasan Jepang Jadi Negara Paling Dikagumi Dunia Tahun 2025
Melintasi Waktu di Keiunkan: Menginap di Hotel Tertua Dunia
Selain Niseko, area sekitar Kuil Kiyomizu, berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO juga menjadi magnet utama wisatawan internasional dengan menempati posisi ke-12 secara nasional. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai ikon budaya Jepang.
Destinasi lain dengan konsentrasi turis asing tinggi adalah wilayah resor air panas Hakone di Prefektur Kanagawa. Kawasan ini terkenal karena pemandian air panas alami serta panorama Gunung Fuji.
Kawasan Fuji Five Lakes di kaki Gunung Fuji juga menjadi favorit wisatawan internasional.
Lokasi tersebut dikenal menawarkan pemandangan terbaik gunung tertinggi di Jepang dengan kombinasi wisata alam dan budaya.
Kejutan datang dari Ginzan Onsen, menempati peringkat keempat nasional dan menjadi satu-satunya destinasi dari wilayah Tohoku di daftar 100 besar.
Popularitas resor air panas tradisional itu melonjak di media sosial karena dianggap mirip dengan latar dunia anime dan manga Demon Slayer.
Di wilayah Shikoku, Pulau Naoshima menembus daftar destinasi favorit turis asing. Pulau seni tersebut terkenal dengan museum modern dan instalasi artistik.
Namun di balik lonjakan pariwisata Jepang, survei Unerry Inc. bersama Kyodo News menunjukkan adanya ketimpangan besar dalam Distribusi Wisatawan.
Sebanyak 72 dari 100 titik wisata terpopuler hanya terkonsentrasi di tujuh prefektur. Kyoto menjadi wilayah dengan jumlah destinasi terbanyak dengan 17 lokasi, diikuti Hokkaido (16) dan Kanagawa (11).
Sebaliknya, terdapat 25 prefektur yang tidak memiliki satu pun destinasi dalam daftar. Ketimpangan ini menyebabkan manfaat ekonomi dari ledakan industri pariwisata Jepang belum dirasakan secara merata.
Tokyo tercatat sebagai wilayah dengan pengeluaran wisatawan asing tertinggi 3,29 triliun yen, sementara Prefektur Shimane berada di posisi paling bawah dengan hanya 2,25 miliar yen.
Pemerintah Jepang menargetkan kunjungan hingga 60 juta wisatawan asing dengan total pengeluaran 15 triliun yen pada 2030.
Survei ini dilakukan dengan menganalisis data lokasi aplikasi ponsel pintar di sekitar 25.000 distrik di seluruh Jepang guna memetakan pola lalu lintas Wisatawan Mancanegara.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!