Dari Night Market Hingga Wisata Halal, Taiwan Gencar Gaet Turis Indonesia
Minggu, 3 Mei 2026 | 16:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Canva
Di tengah meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap perjalanan luar negeri, Taiwan mulai memperkuat posisinya sebagai Destinasi Favorit baru bagi traveler asal Indonesia. Melalui rangkaian promosi yang berlangsung pada 30 April hingga 7 Mei 2026, Taiwan membawa pendekatan berbeda untuk menarik perhatian wisatawan modern, mulai dari travel fair interaktif hingga penguatan Wisata Ramah Muslim.
Langkah agresif ini diwujudkan lewat gelaran Taiwan Travel Fair di kawasan lifestyle populer PIK Avenue, Jakarta, serta workshop pariwisata yang digelar di Jakarta dan Medan. Dalam kegiatan tersebut, Taiwan menghadirkan delegasi maskapai, agen perjalanan, hingga pelaku industri pariwisata untuk memperluas jangkauan pasar Indonesia yang terus tumbuh.
Pemilihan PIK Avenue sebagai lokasi Taiwan Travel Fair bukan tanpa alasan. Kawasan Pantai Indah Kapuk dikenal sebagai salah satu pusat gaya hidup urban yang ramai dikunjungi anak muda, keluarga modern, hingga kalangan dengan daya beli tinggi.
BACA JUGA
10 Kreator Traveling Indonesia dengan Cerita Paling Autentik
Smart Traveling, Jangan Sampai Rencana Liburanmu Hancur Karena Terlalu Percaya Pada AI
Liburan Seru Para Selebritas, dari Banda Neira hingga Disneyland Shanghai
Karakter tersebut dinilai selaras dengan pengalaman wisata yang ditawarkan Taiwan. Mulai dari wisata kuliner autentik, pusat belanja modern, hingga destinasi budaya yang instagramable, semuanya dianggap cocok dengan preferensi traveler Indonesia masa kini.
Momentum promosi ini juga dinilai tepat karena banyak keluarga Indonesia mulai merencanakan liburan sekolah sejak bulan Mei. Taiwan melihat peluang besar untuk menarik wisatawan yang mencari destinasi luar negeri dengan akses mudah, pengalaman lengkap, dan suasana berbeda dari destinasi mainstream lainnya di Asia.
Taiwan Tawarkan Konsep Wisata 24 Jam
Tahun ini Taiwan membawa tema “Taiwan Never Sleeps”, sebuah konsep yang menonjolkan pengalaman wisata tanpa henti selama 24 jam.
Traveler dapat menikmati suasana night market yang hidup hingga larut malam, berburu street food khas Taiwan, menikmati hiburan malam, hingga menjelajahi kawasan budaya yang tetap ramai setelah matahari terbenam. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin memaksimalkan waktu liburan mereka.
Menurut Abe Chou, Direktur Taiwan Tourism Information Center, kolaborasi dengan industri pariwisata menjadi langkah penting untuk mengubah ketertarikan wisatawan menjadi kunjungan nyata.
“Ia menambahkan, kehadiran agen perjalanan dan maskapai dalam ajang tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga langsung membeli paket wisata dengan berbagai penawaran menarik.”
Dengan hadirnya agen perjalanan dan maskapai secara langsung, pengunjung travel fair bisa mendapatkan berbagai promo perjalanan sekaligus berkonsultasi mengenai itinerary terbaik untuk menjelajahi Taiwan.
Wisata Ramah Muslim Jadi Fokus Pengembangan
Salah satu strategi utama Taiwan untuk menarik Wisatawan Indonesia adalah pengembangan wisata ramah Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan mulai memperbanyak fasilitas halal dan layanan pendukung bagi wisatawan Muslim.
Mulai dari restoran bersertifikasi halal, ruang salat di Destinasi Wisata, hingga fasilitas ramah Muslim di berbagai area publik kini semakin mudah ditemukan di Taiwan.
“Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman liburan yang aman dan nyaman bagi wisatawan Muslim Indonesia,” katanya.
Pendekatan ini dianggap penting mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar wisata Muslim terbesar di Asia Tenggara.
Indonesia Jadi Pasar Strategis bagi Taiwan
Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H. J. Lin menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan sektor pariwisata Taiwan.
Pertumbuhan kelas menengah yang pesat, ekonomi yang relatif stabil, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan internasional menjadi alasan Taiwan semakin serius menggarap pasar Indonesia.
“Melalui berbagai kegiatan promosi, Taiwan tidak hanya ingin mendorong Kunjungan Wisatawan, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” katanya.
Lewat promosi yang dilakukan di Jakarta dan Medan, Taiwan tak sekadar menawarkan destinasi wisata, tetapi juga mencoba membangun koneksi emosional dengan traveler Indonesia. Dengan kombinasi wisata modern, kuliner khas, budaya unik, dan fasilitas yang semakin ramah bagi wisatawan Muslim, Taiwan optimistis bisa menjadi salah satu destinasi luar negeri unggulan bagi masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!