Piala Dunia 2026: Saat Titik Santai Warga Kaltim Disulap Menjadi Stadion Mini via Videotron Keliling
Minggu, 3 Mei 2026 | 14:00
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Antara/Ahmad Rifandi
Samarinda - Keinginan masyarakat untuk merasakan atmosfer pesta Sepak Bola Dunia sering kali terbentur oleh akses dan jarak. Di berbagai penjuru tanah air, momen Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan ritual kebersamaan yang paling dinanti. Memahami dahaga publik akan hiburan berkualitas tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan terobosan agar kemeriahan turnamen tahun 2026 ini tidak hanya milik mereka yang berada di pusat kota.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, pemerintah menyiagakan armada Videotron Keliling yang dirancang sebagai "layar tancap digital". Inovasi ini hadir untuk menjemput bola, mendatangi titik-titik kumpul warga, dan memastikan euforia 104 pertandingan Piala Dunia dapat dirasakan langsung di ruang-ruang publik yang lebih dekat dengan pemukiman.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa infrastruktur bergerak ini adalah solusi agar konsentrasi massa tidak hanya menumpuk di satu lokasi sentral seperti halaman Kantor Gubernur.
BACA JUGA
Roger Federer Tak Sabar Menonton Aksi Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Usulan Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Menuai Kecaman
Update Negara Lolos Piala Dunia 2026: 5 Tiket Terakhir dari Eropa Lengkap, Total 39 Negara Siap Bertarung
Kami ingin menghadirkan atmosfer Piala Dunia langsung ke titik-titik kumpul kota. Dengan videotron keliling ini, lokasi strategis tempat warga biasa bersantai pun bisa berubah menjadi stadion mini," ujar Faisal seperti dikutip Antara saat ditemui di Kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap TVRI sebagai official broadcaster yang menyiarkan seluruh pertandingan secara gratis. Faisal menilai, jangkauan pemancar yang luas hingga ke pelosok provinsi menjadi modal vital. Namun, kehadiran layar tancap modern di tengah kota akan memberikan sentuhan emosional yang berbeda—sebuah ruang sosial bagi warga untuk bersorak bersama.
Agar kemeriahan ini tetap tertib, Diskominfo Kaltim saat ini tengah merampungkan panduan teknis terkait regulasi nonton bareng (nobar). Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap pengumpulan massa tetap mematuhi aturan lisensi pemegang hak siar internasional. Tak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan berencana menyiapkan berbagai hadiah hiburan di lokasi-lokasi nobar guna menambah semarak suasana kebersamaan.
Masyarakat Kalimantan Timur kini tinggal menghitung hari untuk menjadi bagian dari sejarah. Sejak peluit pembukaan dibunyikan pada 11 Juni hingga partai puncak pada 19 Juli 2026 mendatang, layar-layar digital ini siap bergerak, memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam merayakan gairah sepak bola dunia di bumi Etam.
Lebih dari sekadar hiburan, inisiatif ini diharapkan mampu memicu motivasi bagi talenta Olahraga lokal di Kalimantan Timur untuk bermimpi tampil di panggung dunia suatu hari nanti. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban di setiap titik lokasi videotron keliling, menjadikan momen ini sebagai sarana mempererat persatuan sambil menikmati sajian sepak bola kelas dunia dengan aman dan penuh kegembiraan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!