Kampanye Pendakian Aman dan Cinta Lingkungan Lewat Lagu Merbabu
Kamis, 30 April 2026 | 11:36
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rubby Jovan
Di tengah meningkatnya Tren Wisata alam, pemerintah Indonesia memilih pendekatan musik sebagai medium edukasi. Melalui kolaborasi Kementerian (Kemenhut) dan musisi Ady Naff, lahirlah lagu “Merbabu”.
Lagu ini mengajak pendaki untuk kembali memaknai perjalanan mereka di alam bebas, bukan sekadar menaklukkan ketinggian, tetapi merawat kehidupan di dalamnya.
Kampanye ini digagas Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan sebagai respons atas lonjakan minat pendakian, termasuk ke kawasan seperti Gunung Merbabu yang dikenal dengan savana dan jalur sunyinya.
BACA JUGA
Kunjungan Turis Meningkat, Pariwisata Penopang Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi
Keren! Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik di Asia
Anti Mainstream, Ini 7 Destinasi Hijau Terindah di Dunia
Namun, di balik pesonanya, tersimpan tantangan besar, menjaga keseimbangan antara eksplorasi manusia dan Kelestarian Alam.
“Kegiatan ini untuk memperkuat pesan bahwa Mendaki Gunung bukan sekadar mencapai puncak, tetapi juga menjaga keselamatan diri, menghormati alam, dan memastikan kawasan hutan tetap lestari,” ujar Dwi Januanto Nugroho di Bandung, Jawa Barat.
Dalam balutan melodi, lagu “Merbabu” membawa pendengar menyusuri keheningan jalur pendakian, menggambarkan keindahan rapuh sekaligus agung.
Pesan yang disampaikan bukan sekadar estetika, melainkan refleksi mendalam tentang posisi manusia di hadapan alam.
“Lagu ini menyampaikan pesan emosional tentang keindahan gunung, keheningan jalur pendakian, hingga rasa tunduk manusia terhadap kebesaran alam,” katanya.
Kampanye ini juga membawa peringatan tegas. Dwi mengingatkan gunung, bukan arena bebas tanpa aturan, melainkan ruang hidup dengan nilai ekologis yang harus dijaga.
“Gunung bukan arena untuk menantang alam secara serampangan. Gunung adalah ruang hidup dan kawasan bernilai ekologis,” katanya.
Pesan tersebut diterjemahkan dalam praktik nyata. Pendaki diimbau mematuhi regulasi, tidak meninggalkan sampah, tidak merusak vegetasi, dan menjaga jarak dari satwa liar.
Pemerintah terus mendorong konsep ekowisata melalui pembatasan kuota dan penertiban jalur illegal untuk menjaga harmoni manusia dan alam.
“Melalui kampanye ini, kami mengajak seluruh pendaki untuk menerapkan prinsip pendakian bertanggung jawab, mulai dari persiapan fisik, mematuhi prosedur, hingga memastikan tidak meninggalkan dampak negatif di alam,” pungkasnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!