Ironi! Curacao Hampir ke Piala Dunia, Timnas Indonesia Justru Tersingkir di Era Kluivert
Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:12
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Aditya Pradana
Di tengah sorotan publik sepak bola Indonesia terhadap Patrick Kluivert usai kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026, muncul ironi menarik dari belahan dunia lain. Curacao, negara kecil di Karibia yang pernah dilatih Kluivert, justru masih menjaga asa tampil di Piala Dunia 2026.
Curacao: Negara Kecil, Ambisi Besar
Bermain di Stadion Ergilio Hato, Willemstad, Curacao menahan Trinidad dan Tobago 1–1. Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.
BACA JUGA
Kejutan Mantan Tim Patrick Kluivert, Curacao Hanya Butuh Imbang untuk Lolos ke Piala Dunia 2026
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Hadapi Jalan Terjal, Kluivert Tetap Optimistis
Dick Advocaat Mundur Jelang Piala Dunia 2026, Curacao Dipimpin Fred Rutten
“Saya memiliki pemain yang selalu bermain dengan kemampuan terbaik. Kami akan berjuang hingga pertandingan terakhir. Kami akan menjaga harapan itu hingga detik terakhir,” ujar Pelatih Dick Advocaat.
Curacao bahkan sempat unggul lewat gol indah Kenji Gorre pada menit ke-19. Tyrese Spicer menyamakan kedudukan di menit ke-58, namun satu poin tetap krusial dalam persaingan ketat Grup B zona Concacaf.
Sebelumnya, Curacao membuat kejutan besar dengan mengalahkan Jamaika di kandang sendiri. Jamaika kini memimpin grup usai menang 4-0 atas Bermuda degan koleksi 9 poin, membuat laga terakhir fase grup menjadi hidup-mati.
Curacao akan menghadapi Bermuda pada 13 November. Jika menang, dan Jamaika imbang atau kalah dari Trinidad dan Tobago, Curacao akan menjadi juara grup dan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Jika tidak, mereka masih mendapat peluang melalui fase akhir kualifikasi.
Apa yang Berubah? Bukan Pemain, Tapi Pelatih
Menariknya, skuad Curacao tak banyak berubah dibanding era Patrick Kluivert. Kluivert dua kali menangani Curacao (2015–2016 dan 2021), namun hasilnya jauh dari impresif. Dari 14 pertandingan, ia hanya membukukan 4 kemenangan, 4 imbang, dan 6 kekalahan.
Namun sejak awal 2024, Dick Advocaat mengambil alih. Pelatih berpengalaman asal Belanda itu langsung memberi warna baru.
Ia meramu pemain diaspora seperti Tahith Chong (eks akademi Manchester United) dan kiper veteran Eloy Room menjadi tim yang solid dan disiplin.
Hasilnya mencolok, dalam 16 pertandingan, rasio kemenangan 62 persen. Curacao tak hanya bermain agresif, tetapi juga matang secara taktik.***
Kluivert di Curacao vs Kluivert di Indonesia
Patrick Kluivert menghadapi dua situasi yang tidak menguntungkan. Di Curacao, ia gagal membawa lompatan signifikan. Di Indonesia, ia menghadapi kritik keras setelah Timnas tersingkir dari babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dukungan publik pun menurun, bahkan tagar bernada protes sempat muncul.
Ironisnya, tim kecil bekas asuhannya kini lebih dekat ke Piala Dunia dibanding timnas yang sedang ia latih saat ini.
Pelajaran dari Curacao
Kesuksesan Curacao bukan semata soal pemain. Mereka tidak tiba-tiba punya talenta baru. Kuncinya ada pada pelatih yang tepat dan perencanaan matang.
Advocaat membawa optimisme, bukan sekadar janji. Sampai detik ini, janji itu terlihat nyata di lapangan. Sementara itu, Indonesia di bawah Kluivert justru kehilangan arah permainan dan konsistensi.(Antara)***










