ID EN

Dick Advocaat Mundur Jelang Piala Dunia 2026, Curacao Dipimpin Fred Rutten

Jumat, 27 Februari 2026 | 15:06

Penulis: Arif S

Timnas Indonesia vs Curacao
Arsip - Timnas Indonesia saat melawan Curacao di Stadion Pakansari, Selasa 27 September 2022.
Sumber: Antara Foto/Aditya Pradana

Kabar mengejutkan datang dari Timnas Curacao. Hanya sekitar empat bulan sebelum panggung akbar FIFA World Cup 2026 digelar, Dick Advocaat resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala.

Laman FIFA pada Selasa melaporkan, Pelatih Asal Belanda berusia 78 tahun itu memilih mundur karena alasan keluarga. 

Ia mengatakan harus memberikan perhatian penuh kepada putrinya yang sedang mengalami masalah kesehatan.

"Saya selalu mengatakan keluarga berada di atas sepak bola. Jadi ini keputusan yang sudah seharusnya. Saya akan sangat merindukan Curacao, masyarakatnya dan para kolega saya," ujarnya. 

Keputusan tersebut menjadi momen emosional, mengingat Advocaat baru saja menorehkan sejarah terbesar dalam sepak bola Curacao.

Pelatih yang Menulis Sejarah

Sejak ditunjuk pada Januari 2024, Advocaat memimpin Curacao dalam 19 pertandingan. Meski masa baktinya relatif singkat, warisannya monumental. Ia membawa negara berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Curacao tampil impresif sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan catatan tak terkalahkan. 

Mereka tercatat sebagai negara dengan populasi terkecil yang berhasil mengamankan tiket ke turnamen terbesar Sepak Bola Dunia.

"Saya tahu membawa negara terkecil di dunia lolos ke Piala Dunia adalah salah satu titik penting karier di saya. Saya bangga dengan para pemain saya, staf dan anggota federasi yang selalu memercayai kami," kata Advocaat.

Presiden Federasi Sepak Bola Curacao, Gilbert Martina, mengungkapkan jasa besar Advocaat untuk sepak bola Curacao.

"Kami tentu saja menghormati keputusannya. Dick sudah membuat sejarah untuk tim nasional kami. Curacao akan selalu berterima kasih kepadanya," kata Martina.

Fred Rutten Ambil Alih Tongkat Estafet

Tak butuh waktu lama, Federasi Sepak Bola Curacao menunjuk Fred Rutten sebagai pengganti Advocaat. Pelatih asal Belanda berusia 63 tahun itu datang dengan rekam jejak panjang di Eropa.

Rutten pernah melatih FC Twente, menjadi asisten di PSV Eindhoven, serta menangani SBV Vitesse, FC Groningen, dan Feyenoord. 

Ia juga memiliki pengalaman internasional bersama RSC Anderlecht dan Al Shabab.

Rutten menyadari betul konteks emosional di balik penunjukannya.

"Ini periode sulit bagi Dick. Saya berharap dia dan keluarganya diberikan kekuatan. Dick adalah ikon sepak bola. Sebuah kehormatan melanjutkan pekerjaannya. Curacao bisa berharap komitmen dan dedikasi yang sama dari saya," katanya.

Tantangan Berat di Grup Neraka

Di Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 11 Juni-19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Curacao tergabung di Grup E bersama raksasa Eropa Jerman, Partai Gading, dan Ekuador.

Laga pembuka mereka dijadwalkan pada 14 Juni melawan Jerman di Houston, Amerika Serikat, pertandingan yang menguji kesiapan era baru di bawah Rutten.

Kepergian Advocaat meninggalkan jejak emosional mendalam. Namun, tongkat estafet kini berada di tangan Rutten. 

Di tengah euforia sejarah dan tekanan turnamen terbesar dunia, Curacao memasuki babak baru, berusaha memastikan kisah dongeng mereka tak berhenti hanya pada kata “lolos”.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!