ID EN

PSG Menolak Lengah, Chelsea Hadapi Misi Nyaris Mustahil Tanpa Reece James 

Selasa, 17 Maret 2026 | 14:00

Penulis: Arif S

Paris Saint-Germain vs Chelsea
Paris Saint-Germain vs Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Paris.
Sumber: Antaranews/uefa.com

Stamford Bridge akan menjadi saksi ujian berat bagi Chelsea saat menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua Babak 16 Besar Liga Champions, Rabu 18 Maret WIB. Datang dengan keunggulan agregat 5-2, PSG memang berada di atas angin. 

Namun bagi pelatih PSG, Luis Enrique, situasi itu sama sekali bukan alasan untuk bersantai.

"Leg kedua selalu berbeda. Kami siap dan terbiasa memainkan pertandingan seperti ini, dan kami ingin tampil baik," ujarnya di laman resmi PSG.

PSG Enggan Terjebak Rasa Aman

Keunggulan tiga gol memberi PSG ruang bernapas, bahkan kekalahan dengan selisih dua gol masih cukup untuk mengamankan tiket ke Perempat Final

Namun, Enrique menegaskan Sepak Bola Eropa kerap menghadirkan skenario tak terduga.

"Anda tidak boleh lengah dalam pertandingan seperti ini. Yang kami tuju adalah mengendalikan permainan, meskipun mustahil untuk melakukannya sepenuhnya," kata Enrique.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengingatkan anak asuhnya pada pengalaman musim lalu saat menghadapi Aston Villa. 

Kala itu, PSG hampir kehilangan kendali setelah menang 3-1 di leg pertama, sebelum tumbang 2-3 pada leg kedua.

"Saya rasa itu adalah contoh yang jelas tentang bagaimana pertandingan semacam ini bisa terjadi. Akan ada momen-momen sulit selama pertandingan," katanya.

Chelsea Kehilangan Kapten di Momen Krusial

Di sisi lain, tantangan Chelsea semakin berat. Mereka dipastikan tampil tanpa kapten sekaligus bek andalan, Reece James, yang mengalami cedera usai laga melawan Newcastle United.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas situasi tersebut.

"Itu sangat membuat frustrasi dan mengecewakan bagi kami, dan kami belum tahu sepenuhnya seberapa parah cedera itu, tetapi itu membuatnya absen dari pertandingan besok," kata Rosenior di laman resmi Chelsea.

Absennya James bukan hanya kehilangan secara teknis, tetapi juga secara kepemimpinan di lapangan.

"Jelas, kami tahu betapa pentingnya dia sebagai pemain, betapa pentingnya dia sebagai pemimpin dalam tim sebagai kapten kami," katanya.

Misi Nyaris Mustahil The Blues

Kekalahan 2-5 pada leg pertama di markas PSG membuat Chelsea menghadapi skenario sulit. Mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol untuk membalikkan keadaan, pekerjaan yang nyaris mustahil, bahkan di hadapan publik sendiri di Stamford Bridge.

Tanpa sosok kunci seperti Reece James, tekanan semakin besar bagi lini pertahanan dan transisi permainan Chelsea.

Sementara itu, PSG datang dengan misi sederhana namun krusial. Tetap fokus, mengendalikan tempo, dan menghindari kesalahan fatal. 

Namun, Liga Champions kerap menghadirkan kejutan. Bagi Chelsea, laga ini bukan sekadar soal agregat, tetapi juga mentalitas untuk menciptakan keajaiban.