ID EN

Sports Tourism Indonesia: Dari Mandalika hingga Danau Toba, Olahraga Daya Tarik Wisata Baru

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:00

Penulis: Arif S

Paragliding di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Paragliding di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Kemenpar

Perjalanan Wisata kini tidak selalu tentang menjelajahi pantai atau mengunjungi situs budaya. Di banyak tempat di dunia, pengalaman berwisata justru berpusat pada arena olahraga, dari lintasan balap hingga jalur lari menembus lanskap alam. Di Indonesia, tren ini mulai berkembang pesat melalui konsep sports tourism.

Pada penghujung 2025, upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan potensi wisata olahraga di Tanah Air.

Langkah ini menandai strategi baru dalam memadukan olahraga, pariwisata, dan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari pengembangan Destinasi Wisata Indonesia.

Apa Itu Sports Tourism?

Menurut UN Tourism, sports tourism atau wisata olahraga adalah kegiatan wisata di mana seseorang melakukan perjalanan untuk berpartisipasi atau menonton event olahraga.

Konsep ini berkembang pesat secara global. Pada 2023, sektor sports tourism menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global.

Angka itu diproyeksikan meningkat hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030.

Survei dari Expedia bahkan menunjukkan 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri untuk menghadiri event olahraga, dengan pengeluaran rata-rata mencapai 1.500 dolar AS per kunjungan.

Potensi Sport Tourism di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan tren ini. Selain fasilitas olahraga yang semakin berkembang, perubahan gaya hidup masyarakat juga menjadi faktor penting.

Survei Nielsen pada 2025 menunjukkan 86 persen masyarakat Indonesia kini proaktif menjaga kesehatan, jauh di atas rata-rata global di angka 70 persen.

Kombinasi ini menciptakan pasar besar bagi event olahraga seperti lari, triathlon, bersepeda, yoga, hingga festival wellness.

Mandalika, Ikon Sports Tourism Indonesia

Jika berbicara tentang sports tourism di Indonesia, nama Mandalika, Nusa Tenggara Barat, hampir selalu muncul di daftar teratas.

Kawasan yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas ini semakin dikenal di dunia melalui penyelenggaraan MotoGP Mandalika di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Dampaknya terasa langsung pada sektor pariwisata, khususnya akomodasi. 

Berdasarkan laporan Indonesia Tourism Outlook, tingkat hunian hotel berbintang meningkat dari 33,51 persen pada 2021 menjadi 40,39 persen pada 2024. 

Sementara hotel non-bintang naik dari 14,61 persen menjadi 28,16 persen dalam periode yang sama.

Event ini juga berkontribusi terhadap investasi dan lapangan kerja. 

Data dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus menunjukkan target investasi KEK Mandalika pada 2025 mencapai Rp4,430 triliun.

Di sisi lain, jumlah tenaga kerja meningkat dari 428.952 orang pada 2022 menjadi 430.437 orang pada 2023, yang ikut berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan di Lombok Tengah dari 13,44 persen pada 2020 menjadi 12,07 persen pada 2024.

Berlari di Sirkuit MotoGP

Selain balap motor kelas dunia, Mandalika juga menjadi tuan rumah berbagai event olahraga lainnya. 

Salah satunya, Pocari Sweat Run Mandalika yang digelar pertama kali pada 14 September 2025.

Event ini memberikan pengalaman unik bagi para pelari: berlari langsung di lintasan sirkuit MotoGP.

Peserta dapat memilih berbagai kategori lomba, mulai dari 4,3 kilometer mengelilingi sirkuit, hingga 10 km, half marathon, dan marathon.

Sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Lombok, dan event tersebut menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp85,5 miliar.

Tahun ini, Pocari Sweat Run Mandalika dijadwalkan kembali digelar pada 11–12 Juli 2026.

Danau Toba dan Balapan Air Dunia

Sports tourism juga berkembang di Danau Toba, Sumatra Utara, menghadirkan dua event internasional sekaligus pada 2025.

Pertama, F1 Powerboat Lake Toba, menghadirkan 24 pembalap dari berbagai negara.

Kedua, Aquabike Jetski World Championship, diikuti 53 riders internasional.

Kedua event ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dan digelar secara gratis bagi masyarakat.

Selain menjadi tontonan spektakuler, acara tersebut juga memperkuat branding Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Marathon di Jantung Jakarta

Di ibu kota, olahraga juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal kota dari perspektif berbeda.

BTN Jakarta International Marathon atau JAKIM telah berkembang menjadi salah satu lomba lari terbesar di Indonesia dengan lebih dari 30 ribu peserta.

Event ini memiliki label resmi dari World Athletics sebagai World Athletics Label Road Races.

Rute lomba dimulai dari kawasan ikonik Monumen Nasional dan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, memberikan pengalaman unik bagi pelari yang melintasi berbagai sudut kota Jakarta.

Paragliding World Cup

Langit Lombok Tengah menjadi panggung sports tourism dunia melalui event Paragliding Accuracy World Cup 2025 di Sky Lancing Lombok Paragliding. 

Kompetisi olahraga paragliding yang telah digelar 22-25 Mei 2025 tersebut memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem sport tourism di Lombok.  

Diikuti 47 atlet dari delapan negara, Paragliding event ini berfokus pada ketepatan pendaratan peserta di titik yang telah ditentukan

Petualangan di Alam Terbuka

Sports tourism Indonesia juga berkembang di lanskap alam melalui berbagai event trail running.

Dari pegunungan hingga jalur hutan tropis, berbagai lomba menawarkan pengalaman berbeda bagi para pelari yang mencari tantangan.

Beberapa event trail run yang populer antara lain Rinjani100, Merbabu Skyrace, Kerinci100, hingga Dieng Caldera Race.

Event-event tersebut menggabungkan Olahraga Ekstrem dengan panorama alam spektakuler, kombinasi yang semakin diminati wisatawan petualang.

Masa Depan Sports Tourism Indonesia

Dengan kekayaan alam, infrastruktur olahraga, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi destinasi sports tourism kelas dunia.

Dari lintasan balap Mandalika hingga jalur lari di pegunungan, olahraga kini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga cara baru menjelajahi sebuah tempat.