Pendakian dan Wisata Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara Saat Lebaran
Jumat, 13 Maret 2026 | 11:46
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Ahmad Fikri
Penutupan sementara Destinasi Wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada 20 Maret menghadirkan jeda singkat bagi salah satu lanskap pegunungan paling populer di Jawa Barat.
Kebijakan ini bukan karena Cuaca Ekstrem atau lonjakan pengunjung, melainkan untuk memberi ruang bagi masyarakat dan petugas taman nasional merayakan momen Lebaran bersama keluarga.
Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango membentang di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.
BACA JUGA
Surga Tanpa Kerumunan, Destinasi Alternatif Bagi Jiwa Penjelajah Pencari Ketenangan
Tiga Kota Utama Jepang Masih Jadi Favorit Wisatawan Indonesia
Pulau Jawa Tetap Jadi Magnet Utama Liburan Awal Tahun Wisatawan Domestik
Destinasi Wisata Alam ini menjadi magnet bagi para pendaki, pencinta hutan hujan tropis, hingga wisatawan yang ingin menikmati air terjun dan panorama pegunungan. Namun pada satu hari tersebut, jalur-jalur alamnya akan dibiarkan sunyi.
Balai Besar TNGGP menyatakan seluruh aktivitas wisata dihentikan sementara agar masyarakat dan petugas memiliki kesempatan merayakan Idul Fitri secara khidmat.
Penutupan ini berlaku untuk semua destinasi wisata di bawah pengelolaan taman nasional tersebut.
Kepala Bidang Teknis Balai Besar TNGGP, Agus Yulianto, menjelaskan kebijakan ini diambil melalui regulasi resmi yang telah diterbitkan sebelumnya.
"Seluruh destinasi wisata di bawah Balai Besar TNGGP wilayah Cianjur dan Sukabumi ditutup sementara selama satu hari, dan kembali beroperasi seperti biasa pada tanggal 21 Maret," ujarnya.
Penutupan ini mencakup seluruh aktivitas wisata alam, mulai dari jalur pendakian hingga kawasan wisata populer seperti jembatan gantung di Situ Gunung.
Biasanya tempat ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin merasakan sensasi berjalan di atas lembah hutan tropis.
Balai taman nasional menegaskan selama periode penutupan tidak diperbolehkan aktivitas wisata apa pun di kawasan tersebut.
Pengunjung diimbau menunda rencana perjalanan mereka hingga taman nasional kembali dibuka sehari setelahnya.
"Kami meminta masyarakat untuk mengikuti aturan dengan tidak melakukan aktivitas pendakian dan wisata selama penutupan karena sanksi tegas akan diberikan," katanya.
Selama masa penutupan, pengawasan di kawasan taman nasional justru diperketat.
Petugas bersama masyarakat sekitar dan relawan akan melakukan patroli untuk memastikan tidak ada pelanggaran, terutama pendakian ilegal.
Langkah ini dilakukan karena jalur pendakian menuju Gunung Gede dan Gunung Pangrango memang masih dalam status penutupan.
Meski demikian, otoritas tetap mengantisipasi kemungkinan adanya pendaki yang mencoba memasuki kawasan secara diam-diam.
Sebanyak 25 petugas ditempatkan di sepanjang jalur pendakian untuk memantau aktivitas yang mencurigakan. Kehadiran mereka sekaligus menjadi pengingat, Konservasi dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Pendaki ilegal yang tertangkap tidak hanya diminta turun dari gunung. Mereka juga akan dikenakan sanksi administratif serta denda sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, pelanggar juga dapat dimasukkan dalam daftar hitam yang membuat mereka dilarang mendaki di seluruh kawasan taman nasional di Indonesia selama beberapa tahun.
Bagi para pencinta alam, jeda satu hari ini menjadi pengingat, lanskap pegunungan tidak hanya ruang rekreasi, tetapi juga ruang hidup yang perlu dihormati.
Bahkan di tengah popularitasnya, hutan dan puncak di Gunung Gede-Pangrango sesekali perlu diberi waktu untuk beristirahat.










