ID EN

Cerita di Balik Desain Jersey Baru Timnas Indonesia: Dari Batik Parang hingga Sentuhan 1999

Jumat, 13 Maret 2026 | 10:23

Penulis: Arif S

Peluncuran jersey baru timnas Indonesia
Peluncuran jersey baru timnas Indonesia produksi Kelme di Plaza Utara SUGBK, Jakarta.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Peluncuran jersey baru Timnas Indonesia di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi momentum penting. Apparel anyar produksi Kelme yang memadukan identitas budaya dengan pendekatan desain modern langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.

CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya menjelaskan proses perancangan jersey dilakukan melalui kolaborasi intens dengan PSSI. 

Tujuannya bukan hanya menghadirkan desain menarik, tetapi juga menonjolkan karakter Indonesia di panggung internasional.

Salah satu sorotan utama pada jersey tandang berwarna putih yang mengangkat inspirasi dari motif batik parang. 

Motif tradisional tersebut dikembangkan kembali agar tetap relevan dengan estetika desain modern sepak bola.

"Yang away mengambil inspirasinya sebenarnya dari motif batik parang. Tapi kita kembangkan lagi supaya tetap ada nuansa tradisional dan juga modern," ujar Kevin.

Sementara itu, jersey kandang merah mengambil referensi historis dari seragam timnas pada 1999, salah satu periode yang menjadi tonggak perjalanan Indonesia di kancah internasional.

Pada desain tersebut, elemen “splash” merah putih ditampilkan sebagai simbol semangat nasionalisme sekaligus penghormatan terhadap warisan desain masa lalu. 

Perpaduan tersebut menjadi cara baru menghadirkan nostalgia dalam balutan gaya kontemporer.

Proses desain tidak berjalan singkat. Kevin mengungkapkan tim Kelme dan federasi harus melalui sejumlah revisi sebelum mencapai bentuk final yang dianggap paling representatif bagi identitas Sepak Bola Indonesia.

"Oh banyak (revisi). Jadi memang dari tim federasi juga berusaha mendapatkan informasi dari data sebelumnya, apa yang harus dikembangkan dan apa yang jangan sampai diulang lagi," katanya.

Selain aspek visual, perhatian besar juga diberikan pada kualitas material. Hal ini penting mengingat intensitas pertandingan internasional yang menuntut kenyamanan maksimal.

Pelatih Timnas John Herdman bahkan ikut terlibat dalam proses evaluasi bahan jersey. Keterlibatannya memastikan material memiliki sirkulasi udara yang baik, ringan, serta nyaman ketika digunakan saat bertanding.

“Menurut saya para pemain akan merasakan level yang berbeda dan akan dapat menyesuaikan dengan suhu. Ini benar-benar didesain untuk sesuai dengan bagaimana kami bermain di Asia,” kata Herdman.

Dalam peluncuran tersebut, Kelme juga memperlihatkan beberapa varian jersey, mulai dari jersey kandang, tandang, jersey timnas putri, hingga jersey kiper. 

Kombinasi warna merah penuh digunakan untuk jersey kandang, sedangkan putih mendominasi jersey tandang.

Untuk posisi penjaga gawang, tersedia dua pilihan warna, hijau untuk laga kandang dan biru untuk laga tandang. Seluruh desain tetap mempertahankan filosofi sederhana yang menonjolkan identitas merah putih.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai jersey baru tersebut berhasil memadukan unsur budaya dengan identitas nasional. 

Ia menyebut motif tradisional seperti tenun dan batik memberi karakter kuat tanpa membuat desain terlihat berlebihan.

“Ini mencerminkan warna bangsa kita, tentu merah dan putih. Tapi ada nilai-nilai kebudayaan di situ, kalau merah itu seperti tenun, ada garis-garis,” kata Erick.(Antara)