Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Geopolitik Global, Tingkat Hunian Hotel Terjaga
Jumat, 6 Maret 2026 | 13:06
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Di tengah ketidakpastian Geopolitik Global yang masih membayangi berbagai kawasan dunia, denyut pariwisata di Bali tetap berdetak stabil. Pulau yang lama dikenal sebagai ikon Wisata Indonesia itu terus menunjukkan daya tahannya sebagai Destinasi Favorit wisatawan internasional.
Kementerian Pariwisata mencatat dalam beberapa minggu terakhir, aktivitas wisata di Bali masih berjalan normal dengan tingkat hunian hotel relatif terjaga.
Kondisi ini menjadi sinyal, daya tarik pulau tersebut tetap kuat meski situasi global, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia.
BACA JUGA
Kemenpar dan Pemprov Bali Sinergi Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Lima Negara Mendominasi Arus Wisata ke Indonesia Sepanjang 2025
Bali di Puncak Dunia, Destinasi Wisata Terbaik Pilihan Pelancong Global
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan internasional yang berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan global.
“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja Pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” ujar Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Hunian Hotel Tetap Sehat
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan kawasan Kabupaten Badung yang menjadi pusat utama industri wisata Bali masih mencatat tingkat hunian cukup kuat.
Per 4 Januari 2026, sekitar 52 persen hotel di Badung memiliki tingkat hunian antara 41-69 persen.
Sementara itu, sekitar 36 persen hotel bahkan mencapai tingkat hunian antara 70 hingga 80 persen.
Angka tersebut mencerminkan sebagian besar properti perhotelan masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, indikasi permintaan wisatawan tetap stabil.
Gambaran serupa juga terlihat di Kabupaten Gianyar, salah satu wilayah yang dikenal dengan lanskap budaya dan alamnya.
Di kawasan ini, sekitar 53,8 persen hotel mencatat tingkat hunian antara 41 hingga 69 persen. Sebanyak 23,1 persen hotel bahkan berada pada kisaran 70-80 persen, sementara sebagian kecil mencapai hunian hingga 81-100 persen.
Meski terdapat variasi antar properti, secara keseluruhan dinamika industri pariwisata Bali dinilai tetap stabil.
Optimisme di Tengah Dinamika Global
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pelaku industri pariwisata sekaligus mengintensifkan strategi pemasaran di berbagai pasar utama Wisata Dunia.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga momentum sektor pariwisata nasional di tengah ketidakpastian global.
“Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang,” pungkasnya.










