Airspace Timur Tengah Ditutup, Sejumlah Penerbangan dari Soetta Tertunda
Minggu, 1 Maret 2026 | 17:26
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Canva
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengonfirmasi adanya pembatalan dan penundaan sejumlah penerbangan menuju kawasan Timur Tengah. Hal ini terjadi akibat penutupan wilayah udara (airspace closed) di beberapa negara di kawasan tersebut.
Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954) tujuan Doha, Qatar Airways (QR957) tujuan Doha, Emirates (EK357) tujuan Dubai, Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi, Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha, serta Etihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi.
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," jelasnya.
BACA JUGA
Dongkrak Kunjungan Wisatawan Tiongkok, Rute Guangzhou-Palu Dibuka Mei 2026
Jakarta Jadi Gerbang Baru Wisatawan China Lewat Penerbangan Langsung Changsha
Bagi traveler yang sudah berada di terminal, pihak bandara memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Mulai dari pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi hingga koordinasi dengan maskapai untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang.
"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," ucapnya.
Meski beberapa rute Timur Tengah terdampak, operasional penerbangan internasional lainnya di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan normal. Manajemen bandara juga menjamin layanan keberangkatan dan kedatangan tetap optimal.
"Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan Maskapai Penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," paparnya.
Buat kamu yang punya itinerary ke Abu Dhabi, Doha, atau Dubai dalam waktu dekat, penting banget untuk rutin mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau customer service masing-masing.
"Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat," kata dia.
Situasi ini jadi pengingat penting bahwa dinamika global bisa berdampak pada rencana traveling. Jadi, selalu update informasi sebelum terbang agar perjalanan tetap aman dan nyaman.










