Wisatawan China Pilih Negara Ini untuk Liburan Imlek 2026, Jepang Ditinggalkan
Jumat, 30 Januari 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Gelombang wisatawan dari China diperkirakan membanjiri Korea Selatan (Korsel) selama libur Imlek 2026 sembilan hari yang dimulai pada 15 Februari. Korsel menjadi tujuan turis China karena dinilai aman, terjangkau, dan sarat Pengalaman Budaya.
Menurut peneliti pasar China Trading Desk, sebanyak 230.000 - 250.000 orang akan tiba di Negeri Ginseng. Angka ini melonjak 52% dibandingkan periode liburan tahun lalu yang lebih singkat satu hari.
Lonjakan ini berbanding terbalik dengan situasi di Jepang. Kedatangan Wisatawan China ke Negeri Sakura diperkirakan anjlok hingga 60% dibandingkan liburan tahun sebelumnya.
BACA JUGA
Wisata Budaya di Mesir: Festival Musim Semi China 2026 Rayakan Persahabatan
8 Kawasan Pecinan Ikonik dan Sarat Sejarah di Indonesia, Nomor 2 dan 3 Satu Kota
Jepang Kembali Jadi Primadona Turis China, Indonesia Masuk Radar Favorit Baru
Pergeseran tersebut mencerminkan dampak nyata dari meningkatnya gesekan diplomatik antara Beijing dan Tokyo yang kini ikut membentuk arah perjalanan wisata regional.
Korsel bergerak cepat membaca peluang. Pemerintah melonggarkan aturan visa bagi rombongan wisatawan China. Nilai tukar won yang relatif lemah terhadap yuan juga menambah daya tarik negara ini untuk dikunjungi.
Ditambah, gelombang budaya pop Korea yang menyebar secara global, menjadikan kota seperti Seoul, Busan, dan Pulau Jeju sebagai Destinasi Favorit.
"Won yang lemah membuat Seoul, Busan, dan Jeju terasa seperti pilihan hemat untuk berbelanja dan bersantap, sama seperti perdagangan yen yang lemah di Jepang yang diperumit politik," ujar Kepala Eksekutif China Trading Desk, Subramania Bhatt dikutip dari Japan Today, Kamis 29 Januari 2026.
Perubahan arus wisata ini menegaskan betapa cepatnya dinamika geopolitik dapat menggeser peta pariwisata Asia yang bernilai sekitar 500 miliar dolar AS.
China pertama kali mengeluarkan peringatan perjalanan ke Jepang pada November, menyusul pernyataan kontroversial Perdana Menteri Sanae Takaichi terkait Taiwan.
Peringatan itu diperkuat kembali pada Senin lalu, ketika media pemerintah China menyoroti risiko keselamatan serius selama musim liburan.
Faktor keamanan juga memengaruhi keputusan wisatawan China terkait Thailand, setelah kasus penculikan aktor Tiongkok dan konflik perbatasan berdarah dengan Kamboja memicu pembatalan perjalanan.
Seoul memanfaatkan momentum dengan memperpanjang kebijakan bebas visa bagi rombongan wisatawan China hingga Juni.
Maskapai Penerbangan menyesuaikan kapasitas. Menurut data Cirium, jumlah penerbangan China daratan - Korea Selatan melonjak hampir 25% menjadi lebih dari 1.330 penerbangan selama libur Imlek.
Sebaliknya, penerbangan terjadwal dari China ke Jepang merosot 48% menjadi sedikit di atas 800.
Bagi wisatawan muda seperti Lisa Zhang, mahasiswi 20 tahun dari Guangxi, pilihan itu terasa logis.
Ia awalnya ingin bermain ski di Jepang, namun akhirnya memutuskan perjalanan lima hari pertamanya ke Korea Selatan.
"Orang tua saya mungkin akan khawatir jika saya pergi ke Jepang untuk berlibur. Menurut saya, sentimen anti-Tiongkok di Jepang relatif kuat sekarang, dan mereka akan khawatir hal itu dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan pribadi saya," katanya.
Tren ini diperkirakan berlanjut sepanjang tahun. Menurut Yanolja Research, lebih dari 7 juta wisatawan dari Tiongkok daratan diproyeksikan mengunjungi Korsel pada 2026, meningkat 15% dibandingkan tahun lalu.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, Korsel menjelma menjadi pelabuhan liburan Imlek yang aman dan bersinar.










