Promosi Lisa BLACKPINK Picu Lonjakan Wisata ke Danau Teratai Merah Thailand
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Instagram/ Amazing Thailand
Danau Red Lotus atau Talay Bua Daeng selama ini dikenal sebagai permata tenang di timur laut Thailand. Destinasi Alam ini mendadak menjadi magnet wisata global setelah dipromosikan Lisa Blackpink.
Dahulu Danau Red Lotus hanya ramai di kalangan Wisatawan Domestik. Kini Danau Red Lotus berubah menjadi panggung visual dunia, berkat satu foto dan kekuatan budaya pop.
Menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, seperti dikutip Bangkok Post pada Senin 26 Januari 2026, lonjakan kunjungan terjadi setelah promosi tersebut.
BACA JUGA
7 Tempat Wisata Terkenal di Chonburi Thailand yang Wajib Dikunjungi, Nomor 5 Bikin Takjub
Ambisi Thailand Guncang Asia Tenggara Lewat Taman Hiburan Selevel Disneyland
Kunjungan Wisatawan Turun, Industri Pariwisata Negara Tetangga Indonesia Masuk Fase Kritis
Sejak Sabtu pagi, Wisatawan Domestik dan mancanegara terlihat memadati area danau, dengan penjualan tiket dibuka sejak pukul 5 pagi.Antrean perahu muncul bahkan sebelum matahari terbit.
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) kemudian merilis poster promosi Lisa dengan latar hamparan teratai merah mekar.
Ribuan orang ingin meniru foto tersebut, membagikannya di media sosial, dan merasakan langsung lanskap yang kini identik dengan kampanye Amazing Thailand x Lisa.
Popularitas mendadak ini mendorong pemerintah bergerak cepat. Kementerian Pariwisata dan Olahraga menginstruksikan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan keselamatan dan kualitas layanan di tengah membludaknya pengunjung.
"Peningkatan jumlah pengunjung yang tiba-tiba, didorong popularitas Lisa sebagai global Duta Besar Amazing Thailand. Ini tentu membutuhkan regulasi keselamatan dan standar layanan," ujar Natreeya Taweewong, sekretaris pariwisata dan olahraga.
Ia menegaskan para pejabat telah diinstruksikan untuk memantau ketat operasional perahu, peralatan keselamatan, standar kapal, hingga manajemen lalu lintas wisata.
Koordinasi di lapangan, mulai dari Kementerian Pariwisata, Biro Polisi Pariwisata, hingga pusat bantuan wisata.
Namun lebih dari sekadar tantangan operasional, fenomena ini membuka peluang besar bagi pariwisata Thailand, khususnya di wilayah yang selama ini luput dari sorotan global.
Natreeya menilai 'Efek Lisa' bukan hanya popularitas, tetapi pintu masuk untuk memperkenalkan keindahan alam, Warisan Budaya, dan kehidupan komunitas lokal di kota-kota sekunder.
'Efek Lisa' menghadirkan peluang berharga untuk menampilkan daya tarik alam Thailand, warisan budaya, dan komunitas lokal, khususnya di kota-kota sekunder yang kurang dikenal.
Kementerian menggunakan momentum tersebut untuk mempromosikan komunikasi positif bersamaan dengan menjaga standar layanan, keselamatan, dan keadilan bagi pengunjung.
Dari sisi lapangan, dampaknya terasa nyata. Pejabat TAT Thapanee Kiatphaibool mengungkapkan, banyak wisatawan mengaku baru pertama kali mendengar Danau Teratai Merah setelah melihat kampanye tersebut.
Sebagian dari mereka bahkan terbang langsung ke Udon Thani, menyewa van atau perahu kecil, demi mereplikasi sudut foto Lisa dengan latar hamparan bunga teratai berkilau di pagi hari.
Sejak musim mekarnya bunga dimulai pada Desember, sekitar 50.000 wisatawan telah mengunjungi danau ini, dengan mayoritas Wisatawan Mancanegara.
Lonjakan kunjungan paling terasa pada hari kerja, waktu yang biasanya relatif sepi.
Operator perahu kini menjalankan lebih dari 100 perjalanan per hari, dengan permintaan tur kelompok untuk Februari yang terus meningkat.
Banyak wisatawan secara khusus meminta perahu kayu dengan gaya sama seperti dalam poster promosi Lisa.
Keindahan alam itu masih akan bertahan dalam waktu dekat.
Ladang teratai utama seluas 25.000 rai diperkirakan akan tetap mekar penuh hingga pertengahan Februari.
Sementara ladang kedua seluas 5.000 rai di Koh Don Luang akan mekar dari pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, memungkinkan pengunjung untuk terus menikmati pemandangan sebelum musim panas dimulai.
Di Danau Red Lotus, kekuatan budaya pop dan lanskap alam berpadu. Lewat satu figur global, Thailand kembali menunjukkan bagaimana cerita, citra, dan keindahan lokal bisa menjelma menjadi daya tarik dunia.










