Pertahanan Persib Bandung Kokoh di Super League, Bojan Hodak Pertajam Lini Serang
Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rizal Hanafi
Persib Bandung menutup paruh pertama BRI Super League 2025/2026 dengan fondasi kuat. Di tengah ketatnya persaingan papan atas, lini pertahanan Maung Bandung paling solid. Namun di balik ketangguhan itu, ada satu pekerjaan rumah yang disadari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, yaitu mempertajam lini serang.
Bojan Hodak mengaku sangat puas dengan kinerja lini belakang timnya setelah melewati paruh pertama kompetisi. Ketangguhan pertahanan menjadi alasan utama Persib tetap konsisten bersaing di jalur juara.
Bojan menegaskan pentingnya keseimbangan permainan, dengan pertahanan sebagai fondasi utama.
BACA JUGA
Tak Banyak Belanja Pemain, Bojan Hodak Ungkap Strategi Persib di Paruh Kedua Super League
Persib Siap Tempur Hadapi Bali United, Bojan Hodak Sudah Pelajari Gaya Main Lawan
Dua Amunisi Baru Persib: Layvin Kurzawa Bawa Pengalaman, Dion Markx Jadi Investasi Masa Depan
"Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik. Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga, tentu saja ini adalah kunci (keberhasilan)," ujar Bojan dikutip dari laman resmi klub, Kamis 15 Januari 2026.
Data klasemen menguatkan pernyataan tersebut. Persib Bandung tercatat sebagai tim paling minim kebobolan sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, dengan hanya kemasukan 11 gol dari 17 pertandingan. Catatan itu menjadi yang terbaik di antara seluruh kontestan liga.
Kedigdayaan lini belakang Persib bahkan terasa lebih kuat saat bermain di kandang. Dari delapan laga kandang yang telah dijalani, skuad asuhan Bojan Hodak hanya kebobolan satu gol. Statistik ini menegaskan sulitnya menembus pertahanan Maung Bandung di hadapan Bobotoh.
Persib mengungguli para pesaing terdekatnya. Persija Jakarta dan Persita Tangerang sama-sama telah kebobolan 14 gol. Sementara Borneo FC dan Persebaya Surabaya masing-masing kemasukan 16 kali.
Namun, solidnya pertahanan itu belum sepenuhnya diimbangi dengan ketajaman lini depan. Persib justru menjadi tim dengan produktivitas gol terendah di antara empat besar klasemen sementara.
Hingga 17 pertandingan, Persib Bandung baru mencetak 27 gol. Jumlah tersebut kalah produktif dibandingkan Malut 33 gol, Persija Jakarta 32 gol, dan Borneo FC dengan 31 gol.
Bojan Hodak menyadari ketimpangan tersebut dan memastikan evaluasi akan dilakukan, khususnya untuk meningkatkan daya gedor timnya.
Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu menegaskan dirinya tidak terlalu risau dan tetap optimistis menatap putaran kedua kompetisi.
"Karena serangan bisa memenangkan pertandingan. Tapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara," tegas Bojan.***










