ID EN

Liburan ke Labuan Bajo Dibuka Lagi, Tapi Kapal Dilarang Jalan Malam Hari

Jumat, 9 Januari 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Kapal Wisata di Pulau Padar, NTT
Ilustrasi. Sejumlah kapal wisata berlabuh di Pulau Padar, NTT.
Sumber: Antara/Kornelis Kaha

Di Labuan Bajo, perjalanan tidak selalu tentang bergerak tetapi kadang tentang menunggu. Menunggu angin mereda, menunggu gelombang turun, menunggu laut kembali bersahabat. Beberapa hari terakhir, laut di sekitar Taman Nasional Komodo tidak bisa dilintasi. 

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi NTT mengeluarkan larangan terkait pergerakan kapal di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo tersebut pada malam hari.

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan selama beberapa hari terakhir aktivitas pelayaran wisata tidak dapat dilakukan. Hal ini mengacu pada informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya gelombang tinggi.

Berdasarkan informasi dari BMKG, pada Jumat 9 Januari kondisi cuaca di daerah pelayaran dinyatakan aman. Pelayaran wisata di Labuan Bajo akan kembali dibuka mulai Sabtu 10 Januari dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan KSOP.

KSOP menjelaskan larangan tersebut bukan berarti penghentian seluruh aktivitas wisata, tetapi lebih kepada pembatasan pergerakan kapal pada malam hari untuk keselamatan pelayaran.

“Yang dimaksud Larangan Pelayaran Malam adalah tidak melakukan pergerakan kapal pada malam hari, terutama di titik-titik berisiko,” ujarnya.

Wisatawan dapat melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari. Pada malam hari kapal harus berlindung dan menetap sementara.

Contohnya, kapal wisata dilarang melintasi jalur tertentu seperti Selat Padar pada malam hari.

Paket wisata seperti tiga hari dua malam tetap dapat dilakukan tetapi tanpa pergerakan kapal pada malam hari di lokasi berisiko tinggi.

KSOP menjelaskan pembukaan kembali pelayaran wisata untuk membantu pemulihan aktivitas pelaku usaha Pariwisata seiring membaiknya kondisi cuaca, sekaligus mendukung proses pencarian korban kecelakaan laut.(ANTARA)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!