Sempat Kesulitan di Awal Musim Lando Norris Juara Dunia F1 di Abu Dhabi
Senin, 8 Desember 2025 | 21:32
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Lando Norris akhirnya menuntaskan perjalanan panjang menuju takhta tertinggi Formula 1. Pembalap McLaren itu resmi dinobatkan sebagai juara dunia F1 musim 2025 setelah finis ketiga pada Grand Prix Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu, 7 Desember 2025, malam WIB.
Gelar ini sekaligus menjadi yang pertama sepanjang kariernya, menandai era baru bagi McLaren sekaligus mengembalikan kejayaan tim oranye setelah penantian 17 tahun.
Perjalanan Norris menuju gelar juara dunia tidak berlangsung mulus. Ia mengakui banyak menghadapi tekanan dan keraguan pada bagian awal musim.
BACA JUGA
Audi Masuk Formula 1, R26 Jadi Simbol Ambisi Juara Dunia 2030
Verstappen Juara GP Qatar, Perebutan Gelar F1 2025 Ditentukan di Abu Dhabi
George Russell vs Max Verstappen: Rivalitas Panas Menuju Musim F1 2026
Kesalahan strategi, inkonsistensi mobil, hingga beberapa hasil buruk membuatnya sempat kehilangan kepercayaan diri.
"Saya memang beruntung tahun ini, tetapi saya juga mengalami banyak momen sulit terutama di awal musim, banyak sekali kesulitan yang saya hadapi dan membuat saya kehilangan sedikit keyakinan pada mulanya," ujar Norris.
Namun momen kebangkitan datang saat ia menaklukkan GP Monaco. Kemenangan di sirkuit jalan raya tersulit dunia itu menjadi titik balik penting, membawa kembali keyakinannya dan membuka rentetan performa impresif sepanjang paruh kedua musim.
"Senang rasanya bisa membuktikan diri saya salah, dimulai dari kualifikasi Monaco dan beberapa saat setelahnya. Pada paruh kedua musim ini, saya benar-benar bisa menunjukkan kepada diri sendiri apa yang bisa saya lakukan, apa yang mampu saya lakukan," katanya.
Menikmati Pertarungan Puncak Bersama Verstappen
Norris mengakui bahwa meski musim ini berat, ia tetap menikmati setiap prosesnya. Persaingan ketat dengan Max Verstappen sepanjang tahun menjadi motor pembakar semangatnya. Pertarungan dua pembalap beda generasi itu menciptakan tensi tinggi hampir di setiap seri.
"Senang rasanya bisa melawan Max, juara dunia empat kali," ucapnya.
Konsistensi menjadi kunci. Dengan tujuh pole position, tujuh kemenangan, serta serangkaian podium penting, Norris akhirnya mengumpulkan 423 poin, unggul hanya dua poin dari Verstappen yang terus membayanginya hingga seri terakhir. Margin tipis itu menggambarkan betapa sengitnya perebutan gelar musim ini.
Catatan Bersejarah untuk McLaren dan Inggris
Gelar ini menahbiskan Norris sebagai pembalap McLaren pertama yang menjadi juara dunia sejak Lewis Hamilton pada 2008. Ia juga masuk buku sejarah sebagai pembalap Inggris ke-11 yang berhasil merengkuh gelar juara dunia Formula 1, mempertegas tradisi hebat Negeri Ratu Elizabeth dalam mencetak kampiun.
Sementara bagi McLaren, musim ini menjadi validasi atas pembangunan jangka panjang mereka sejak reformasi teknis beberapa tahun terakhir. Norris, dengan stabilitas dan kematangan baru, menjadi sentral dari kembalinya McLaren ke puncak kompetisi.
Musim 2025 pun berakhir dengan pesan jelas dari sang juara, Norris bukan lagi sekadar talenta masa depan, melainkan pilar utama dalam pertarungan gelar dunia untuk tahun-tahun mendatang.










