ID EN

Ketika Golf Jadi Obat Hati untuk Penyintas Demensia

Senin, 6 Oktober 2025 | 11:11

Penulis: Respaty Gilang

Golf Demensia
Seorang lansia demensia bermain golf.
Sumber: pga.info

Bagi banyak orang, golf adalah olahraga, gaya hidup, sekaligus ruang pertemanan. Tapi di Inggris, golf juga menjadi tempat untuk menghadirkan harapan baru bagi mereka yang hidup dengan demensia.

Inisiatif ini bernama “Fore” Get Me Not Golf. Program yang lahir di Suffolk ini memberikan dukungan vital bagi pasien dan keluarga yang terdampak demensia, dengan menghadirkan sesi bulanan di lapangan golf.

Tony Pennock, PGA Professional sekaligus General Manager di Seckford Golf Club, tahu persis betapa beratnya hidup berdampingan dengan demensia. Kedua orang tuanya menderita penyakit ini. Rasa sakit itu sempat menghantam, tetapi justru menjadi energi untuk melawan stigma dan membuka ruang baru melalui golf.

Pennock pertama kali mendapat ide saat berkunjung ke dementia café di Ipswich Town, klub sepakbola yang ia dukung. Di sana, pasien dan pendamping bisa bertemu, berbincang, dan merasa tidak sendiri.

Pertemuannya dengan Wendy Chard, pakar demensia dari Home Instead, jadi titik balik. Wendy sudah puluhan tahun berkecimpung di bidang ini, ditambah pengalamannya pribadi mendampingi orang tua yang juga mengalami demensia. Dari obrolan sederhana, lahirlah gagasan menggabungkan golf dengan ruang pertemuan untuk pasien dan keluarga.

Café Kecil, Dampak Besar

Mereka pun membuka café kecil di klub golf. Peserta diajak masuk ke driving range, memegang stik, lalu memukul bola. Hasilnya mengejutkan. Ada yang sudah bertahun-tahun tidak bermain, tapi begitu menggenggam stik, memori otot mereka seperti kembali. Senyum pun kembali muncul.

Bukan hanya pasien, para pendamping juga ikut merasakan manfaat. Ada yang ikut latihan, ada pula yang bisa beristirahat sejenak sambil menyeruput kopi. Dari sana, program ini berkembang, bahkan menjalar ke Dereham Golf Club.

“Melihat mereka kembali bersinar itu memuaskan sekali,” kata Pennock. 
“Saya sudah jadi pro golf selama 48 tahun, dan ini mungkin hal terbaik yang pernah saya lakukan,” sambungnya.

Golf, Ruang yang Inklusif

Kini, “Fore” Get Me Not Golf” tidak berhenti di Suffolk saja. Pennock dan Chard berbagi pengalaman lewat CPD Workshop online gratis untuk anggota PGA. Workshop ini fokus pada pelatihan kesadaran demensia, serta bagaimana membuat lapangan golf jadi ruang yang benar-benar ramah dan inklusif.

Lewat workshop ini, PGA Professionals diajak untuk membekali diri dengan keterampilan agar lebih percaya diri menciptakan lingkungan golf yang ramah bagi semua, memahami manfaat golf, baik sosial, fisik, maupun kognitif, bagi orang dengan demensia dan memberikan masukan agar pelatihan ke depan semakin sesuai dengan kebutuhan komunitas golf.

Lebih dari Sekadar Olahraga

Golf selalu dikenal sebagai olahraga yang memadukan keterampilan, fokus, dan kebersamaan. Kini, lewat “Fore” Get Me Not Golf”, golf membuktikan diri punya peran lebih luas, menjadi ruang untuk mendukung, menyembuhkan, dan memberi kebahagiaan bagi mereka yang sedang berjuang.

Karena di balik setiap ayunan stik, ada senyum, ada cerita, dan ada harapan baru yang lahir. (pga.info)