ID EN

Tahun Ini, Festival Pinisi XV Janjikan Pengalaman yang Lebih Semarak

Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:54

Penulis: Arif S

Festival Pinisi XV pada 25-26 Oktober 2025.
Festival Pinisi XV pada 25-26 Oktober 2025.
Sumber: Antara/HO-Kominfo Bulukumba

Pagi itu, langit Bulukumba belum sepenuhnya terang ketika sekelompok orang tampak sibuk di Dermaga PPI Bonto Bahari. Di antara tiang-tiang kayu dan tali tambang yang menegang, berdiri megah sebuah Pinisi, kapal tradisional yang sejak lama menjadi kebanggaan tanah “Buta Panrita Lopi”, negeri para pembuat kapal legendaris.

Bukan sekadar perahu, Pinisi bagi masyarakat Bulukumba adalah simbol kehidupan, semangat bahari, dan napas kebanggaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Kini, kapal itu kembali berlayar, bukan untuk berdagang atau berlayar jauh ke seberang lautan, melainkan untuk uji coba pelayaran menjelang perhelatan besar Festival Pinisi XV, bagian dari agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Festival Pinisi XV yang akan digelar pada 25-26 Oktober 2025,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Ferryawan Z Fahmi, di Makassar, Kamis 23 Oktober 2025.

Ferryawan dan timnya melakukan uji coba pelayaran dari Dermaga PPI Bonto Bahari menuju Dermaga Kolam Labu di Pantai Merpati. 

Jaraknya tak seberapa, namun maknanya besar, memastikan kapal tradisional ini siap menari di lautan untuk menyambut ribuan pasang mata yang akan datang menyaksikan Festival Pinisi XV.

Menurut Ferryawan, uji coba ini bukan sekadar ritual teknis, tetapi bentuk penghormatan pada tradisi yang sudah mengakar kuat di jiwa masyarakat pesisir Bulukumba.

“Sailing Pinisi adalah ikon kebanggaan kita, dengan uji coba ini kita memastikan semua aspek keamanan dan kenyamanan pelayaran siap untuk menyambut tamu dan wisatawan,” katanya.

Sejak UNESCO mengakui teknologi pembuatan kapal Pinisi sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, nama Bulukumba semakin dikenal di peta pariwisata maritim internasional. 

Festival Pinisi menjadi cara masyarakat setempat menghidupkan kembali warisan itu. Bukan hanya lewat kapal, tapi juga lewat cerita, tari, musik, dan kerja kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Tahun ini, Festival Pinisi XV menjanjikan pengalaman yang lebih semarak. Akan ada parade kapal pinisi, lomba perahu hias, pertunjukan seni tradisional, hingga pameran ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Semua dirancang untuk menampilkan wajah Bulukumba yang ramah, kreatif, dan tetap berakar pada laut.

“Melalui kegiatan ini, Pemkab Bulukumba menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat budaya maritim Sulsel,” kata Ferryawan.

Bagi masyarakat Bulukumba, setiap pelayaran Pinisi bukan sekadar perjalanan di laut, melainkan pernyataan cinta pada budaya. Setiap layar yang dikembangkan adalah doa agar warisan ini tak sekadar tinggal di museum, tapi terus hidup di dada generasi penerus.(Antara)