ID EN

Ryan Garner Rebut Gelar Interim WBC Usai Tundukkan Michael Magnesi

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:00

Penulis: Rojes Saragih

Ryan Garner Rebut Gelar Interim WBC Usai Tundukkan Michael Magnesi
Ryan Garner (kiri) Rebut Gelar Interim WBC Usai Tundukkan Michael Magnesi
Sumber: ITSMe - ChatGPT AI

Southampton – Petinju Inggris Ryan Garner berhasil merebut gelar interim World Boxing Council (WBC) kelas bulu super (super featherweight/58,9 kg) setelah mengalahkan Michael Magnesi melalui kemenangan mutlak pada pertarungan yang berlangsung di Stadion St Mary's, Southampton, Inggris, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat.

Garner tampil dominan sepanjang 12 ronde dan memastikan kemenangan unanimous decision setelah ketiga juri memberikan skor 116-112, 118-110, dan 119-109. Hasil tersebut memperkuat posisi petinju berjulukan "The Piranha" itu dalam persaingan menuju perebutan gelar juara dunia WBC.

"Jika bukan karena Southampton, ini tidak akan pernah terjadi," kata Garner seusai pertandingan.

Bertarung di hadapan pendukung sendiri, Garner langsung mengambil inisiatif sejak ronde pertama. Ia terus menekan dan memaksa Magnesi bertarung dalam tempo tinggi. Namun petinju Italia itu tidak memilih bertahan pasif. Magnesi justru meladeni pertukaran pukulan dari jarak dekat sehingga pertarungan berlangsung sengit dan menghibur.

Tekanan yang terus dilancarkan Garner membuat Magnesi beberapa kali terdesak hingga ke dekat tali ring. Dalam situasi tersebut, petinju Inggris berusia 28 tahun itu mampu memanfaatkan kecepatan tangan dan akurasi pukulannya untuk mendaratkan kombinasi serangan ke arah kepala maupun tubuh lawan.

Memasuki ronde-ronde tengah, Garner mulai memperlihatkan keunggulannya. Ia tampil lebih efektif dalam memilih momentum menyerang dan lebih bersih dalam mendaratkan pukulan dibandingkan lawannya. Beberapa kali kedua petinju terlibat duel fisik dalam jarak sangat dekat yang memaksa wasit turun tangan untuk memisahkan mereka.

Magnesi tetap menunjukkan ketangguhan dan keberanian sepanjang pertarungan. Petinju asal Italia itu terus berusaha memberikan perlawanan melalui serangan balik, namun kesulitan mengimbangi ritme agresif yang dibangun Garner.

Pada ronde-ronde akhir, Garner tetap menjaga intensitas serangannya dan tidak memberikan ruang bagi Magnesi untuk membalikkan keadaan. Ketika bel penutup ronde ke-12 berbunyi, keunggulan petinju tuan rumah terlihat jelas di atas ring.

Keputusan juri yang memenangkan Garner secara mutlak sekaligus mengantarkannya meraih sabuk interim WBC yang sangat penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Gelar tersebut semakin memperkuat posisinya dalam antrean perebutan gelar dunia kelas bulu super WBC pada masa mendatang.

Selain membawa pulang sabuk juara interim, Garner juga berhasil mempertahankan rekor sempurnanya di dunia profesional. Ia kini mengoleksi 20 kemenangan tanpa kekalahan, dengan 10 di antaranya diraih melalui knockout.

Sementara itu, Magnesi harus menerima kekalahan ketiganya di level profesional. Petinju Italia tersebut kini memiliki catatan 26 kemenangan, termasuk 12 kemenangan KO, serta tiga kekalahan.

Bagi Garner, kemenangan di Southampton bukan sekadar mempertahankan rekor tak terkalahkan. Hasil itu menjadi langkah besar dalam upayanya menembus level tertinggi Tinju Dunia dan mendekatkan dirinya kepada peluang bertarung memperebutkan gelar juara dunia penuh WBC.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!