ID EN

Perjalanan Negara Karibia Ini Berakhir Lebih Cepat, Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Replika Trofi Piala Dunia
Ilustrasi - Seorang suporter mengangkat replika trofi Piala Dunia.
Sumber: Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Perjalanan Haiti di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Kekalahan 0-3 dari Brasil pada lanjutan matchday kedua Grup C menutup asa negara Karibia itu untuk melaju ke babak 32 besar. 

Brasil terlalu tangguh untuk Haiti. Pada pertandingan yang berlangsung Sabtu pagi, Haiti takluk tiga gol tanpa balas. Dua gol Matheus Cunha dan satu gol Vinicius Junior memastikan Haiti sebagai tim pertama yang tersingkir dari turnamen.

Dilansir Sport, Haiti secara matematis tidak lagi memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur. Meski masih menyisakan satu pertandingan, perolehan poin mereka tidak cukup untuk mengejar para pesaing di Grup C.

Format baru Piala Dunia 2026 memang memberikan kesempatan lebih besar bagi peserta untuk lolos. Juara dan runner-up grup otomatis melaju ke babak 32 besar, sementara delapan tim terbaik dari peringkat ketiga juga berhak mengamankan tiket fase gugur.

Namun kesempatan itu tidak lagi dimiliki Haiti. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, mereka masih terpuruk di dasar Klasemen Grup C tanpa poin. Selisih gol minus empat semakin memperberat posisi mereka di tengah persaingan ketat.

Di atas Haiti, Skotlandia mengoleksi tiga poin, sedangkan Maroko dan Brasil sama-sama mengumpulkan empat poin. Brasil berhak berada di puncak klasemen karena memiliki selisih gol lebih baik dibandingkan Atlas Lions.

Secara teori, Haiti masih memiliki satu pertandingan tersisa melawan Maroko pada 25 Juni. Akan tetapi, kemenangan sekalipun tidak akan mampu mengubah nasib mereka di klasemen akhir.

Penyebabnya terletak pada aturan penentuan peringkat yang digunakan di Piala Dunia 2026. Jika terdapat tim dengan jumlah poin sama, faktor head-to-head menjadi penentu utama sebelum selisih gol diperhitungkan.

Dengan aturan itu, Haiti tidak mungkin melampaui Skotlandia yang sudah memiliki tiga poin. Bahkan dari sisi selisih gol, posisi Haiti juga jauh tertinggal dibandingkan rival mereka di Grup C.

Meski harus pulang lebih cepat, perjalanan Haiti menuju putaran final tetap layak mendapatkan apresiasi. Tim berjuluk Les Grenadiers kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1974.

Saat itu, Haiti juga harus mengakhiri perjalanan mereka di fase grup. Lebih dari lima dekade kemudian, sejarah kembali terulang meski dalam konteks berbeda.

Pencapaian Haiti kali ini terasa istimewa karena perjuangan mereka selama proses kualifikasi. Di tengah situasi kerusuhan berkepanjangan, Haiti bahkan tidak bisa memainkan pertandingan kandang di tanah air mereka.

Namun, mereka mampu melewati berbagai rintangan dan mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026. Fakta itu menunjukkan daya juang luar biasa dari para pemain dan staf pelatih di tengah keterbatasan.

Hasil di lapangan memang tidak berjalan sesuai harapan. Namun keberhasilan kembali tampil di panggung Sepak Bola terbesar dunia setelah absen selama 52 tahun menjadi pencapaian membanggakan bagi sepak bola Haiti.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!