Naturalisasi Mitchel Baker dan Luke Vickery Perkuat Kedalaman Timnas Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026 | 14:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat
Tim Nasional Indonesia mendapatkan tambahan amunisi muda setelah Komisi X DPR RI menyetujui permohonan Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery yang diajukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kehadiran dua pemain berdarah Indonesia-Australia diproyeksikan untuk memperkuat kedalaman Skuad Garuda.
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, menegaskan kehadiran Mitchell dan Luke bukan hanya untuk menambah opsi pemain, tetapi juga meningkatkan kualitas persaingan di dalam tim.
"Kedua atlet itu diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas, mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional," ujar Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI terkait pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia di Jakarta.
BACA JUGA
Erick Thohir Kantongi Lima Nama Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia, Siapa Saja Mereka?
Hadapi Mozambik, John Herdman dan Joey Pelupessy Bidik Kemenangan Kedua
Shin Tae-yong Buka Peluang Boyong Eks Anak Asuh di Timnas Indonesia ke Persija
Menurut Erick, kedua pemain muda itu memiliki keinginan kuat untuk menjadi Warga Negara Indonesia karena ingin berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional dan membantu meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.
Dalam proyeksi jangka pendek lima tahun ke depan, Mitchell Baker dan Luke Vickery disiapkan untuk memperkuat skuad Garuda di antaranya ASEAN Hyundai Cup 2026, FIFA Series 2026-2031, serta AFC Asian Cup 2027 di Arab Saudi.
Selain itu, keduanya juga diproyeksikan menjadi bagian dari rencana jangka menengah Indonesia dalam menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, ASEAN Hyundai Cup 2030, Piala Dunia FIFA 2030, hingga AFC Asian Cup 2031.
Lebih jauh, program naturalisasi ini menjadi bagian dari target besar Sepak Bola Indonesia. Erick berharap kehadiran pemain berkualitas dapat membantu Indonesia menembus 50 besar Peringkat FIFA dan masuk 10 besar Asia dalam beberapa tahun mendatang.
Tidak hanya itu, keberadaan Pemain Diaspora juga diharapkan mampu mendukung target jangka panjang Indonesia untuk tampil secara konsisten di putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.
Erick menjelaskan proses naturalisasi Mitchell dan Luke merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
Instruksi tersebut mengamanatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengambil langkah-langkah strategis secara terkoordinasi guna meningkatkan prestasi Sepak Bola Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dari sisi profil pemain, Mitchell Lee Baker saat ini berkarier bersama tim sepak bola Georgetown University. Penyerang berusia 19 tahun itu memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Maureen Lee Baker.
Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sementara neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah. Dengan latar belakang tersebut Mitchell memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi sebagai WNI.
Sementara itu, Luke Anthony Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang saat ini memperkuat Macarthur FC di kompetisi kasta tertinggi Australia.
Luke memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Cherie Claudine Vickery. Neneknya, Hetty Nanda, diketahui lahir di Medan, Sumatera Utara.
Dengan usia masih muda dan pengalaman bermain di lingkungan sepak bola kompetitif, Mitchell Baker dan Luke Vickery diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi Timnas Indonesia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!