ID EN

Grup F Piala Dunia 2026: Persaingan Terbuka, Belanda Wajib Waspada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Selebrasi Tijjani Reijnders setelah mencetak gol kedua Timnas Belanda ke gawang Norwegia.
Selebrasi Tijjani Reijnders setelah mencetak gol kedua Timnas Belanda ke gawang Norwegia.
Sumber: Antaranews/X.com/OnsOranje

Grup F Piala Dunia 2026 yang dihuni Belanda, Swedia, Tunisia, dan Jepang diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif. Empat tim dari tiga benua berbeda akan bersaing ketat hingga laga terakhir.

Keempat negara itu datang dengan kekuatan, karakter permainan, dan ambisi berbeda. Di atas kertas, Belanda menjadi unggulan utama. Namun, kualitas Jepang, pengalaman Swedia, serta disiplin kolektif Tunisia menjadikan persaingan grup ini jauh dari kata mudah bagi tim Oranje.

Belanda Unggulan

Belanda memasuki turnamen dengan status sebagai salah satu kekuatan tradisional Sepak Bola Dunia. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-13 mereka di ajang tersebut. Mereka memiliki catatan mentereng, tiga kali mencapai final pada edisi 1974, 1978, dan 2010.

Pelatih Ronald Koeman membawa perpaduan pemain senior dan generasi baru yang tengah bersinar di kompetisi elite Eropa. Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, Cody Gakpo, dan Tijjani Reijnders menjadi fondasi utama tim.

Selain itu, Belanda juga memiliki deretan talenta muda seperti Xavi Simons, Jeremie Frimpong, dan Micky van de Ven. 

Belanda memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara grup pada babak kualifikasi zona Eropa. Dengan materi pemain saat ini, Oranje memiliki kapasitas untuk kembali melangkah jauh di turnamen.

Swedia Mengancam

Ancaman terbesar Belanda bisa datang dari sesama wakil Eropa, Swedia. Tim asuhan Graham Potter lolos ke putaran final melalui jalur play-off setelah menyingkirkan Ukraina.

Swedia memiliki kombinasi pengalaman dan produktivitas lini depan. Kehadiran Viktor Gyökeres dan Alexander Isak menjadi duet lini serang paling berbahaya di grup ini.

Pengalaman panjang Swedia di Piala Dunia juga tidak bisa diabaikan. Turnamen di Amerika Utara menjadi penampilan ke-12 mereka di putaran final. 

Ambisi Tunisia 

Dari Afrika, Tunisia datang dengan misi mematahkan sejarah, belum pernah lolos dari fase grup selama berpartisipasi di Piala Dunia. Kini, tim asuhan Sabri Lamouchi berharap dapat mengubah catatan tersebut. 

Tunisia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tampil impresif sebagai juara grup pada babak kualifikasi zona Afrika. Kekuatan Tunisia terletak pada disiplin organisasi permainan serta kolektivitas tim. 

Selain itu, mereka diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi papan atas Eropa. Khalil Ayari (Paris Saint-Germain), Hannibal Mejbri (Burnley), serta Ellyes Skhiri (Eintracht Frankfurt) menjadi modal penting Tunisia untuk bersaing dengan tim unggulan.

Konsistensi Jepang

Jepang kembali ke Piala Dunia sebagai harapan terbesar Asia. Dalam beberapa edisi terakhir, Samurai Biru konsisten menunjukkan perkembangan signifikan dan kerap merepotkan tim besar dunia.

Tim asuhan Hajime Moriyasu datang ke turnamen dengan catatan kualifikasi yang mengesankan. Jepang menjadi juara grup setelah membukukan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.

Kecepatan permainan, disiplin taktik, dan organisasi tim yang solid tetap menjadi identitas utama Jepang.

Takefusa Kubo dan Daichi Kamada menjadi motor permainan Samurai Biru dalam upaya menembus fase gugur pada penampilan kedelapan mereka di Piala Dunia.

Grup F menawarkan keseimbangan. Belanda memang menjadi unggulan utama, tetapi Swedia memiliki daya ledak di lini depan, Jepang sangat konsisten, sementara Tunisia bisa menjadi batu sandungan berbahaya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!