Bogor – Reputasi besar Tim Nasional Brasil dinilai sedang mengalami penurunan dan tidak lagi semenakutkan sejarah masa lalunya. Hal ini menjadi sorotan utama yang membuka diskusi panas antara dua pengamat sepak bola senior, Bung Ronny Pangemanan (Bung Ropan) dan Yusuf Kurniawan (Bung Yuke), dalam tayangan podcast terbaru yang disiarkan dari studio ITSMe, Sentul, Bogor.
Bung Ropan dan Bung Yuke membedah secara mendalam laga-laga krusial di fase grup Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung saat ini, dengan menempatkan duel sengit Brasil vs Maroko sebagai pembuka analisis mereka, disusul oleh laga klasik Grup F antara Belanda vs Jepang.
Krisis Identitas Brasil Jadi Celah Bagi Maroko
Memasuki turnamen, sorotan tajam langsung diarahkan kepada Tim Samba. Menurut analisis di studio ITSMe, nama besar Brasil saat ini dianggap hanya tinggal sejarah saja karena mereka kehilangan sosok pemimpin ikonik di lapangan seperti era Romario, Cafu, ataupun Neymar di masa mudanya.
BACA JUGA
Duel Panas Brasil vs Maroko dan Inggris vs Kroasia pada Pekan Pertama Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Brasil dan Belanda Gagal Menang, Jerman Kirim Peringatan
Piala Dunia 2026: Jepang dan Belanda Berebut Awal Sempurna di Dallas
Langkah federasi mendatangkan pelatih Carlo Ancelotti pun memicu catatan kritis karena dinilai menciptakan benturan filosofi (plot twist) antara kultur menyerang (offensif) khas Brasil dengan gaya melatih Ancelotti yang sangat defensif minded ala Italia.
"Orang mungkin agak terkesima ya dengan nama besar Brasil, tapi menurut gue itu ya sekarang tinggal nama aja sebetulnya sih," ungkap Bung Yuke.
Kondisi internal Brasil kian mengkhawatirkan menyusul keputusan populis Ancelotti yang tetap memanggil Neymar. Pemain bintang tersebut dilaporkan kembali mengalami cedera otot paha (ketarik) dalam sesi latihan menjelang laga perdana. Celah dan ketidakstabilan di kubu Brasil ini dinilai menjadi keuntungan besar bagi Maroko—sang juara Afrika yang finis di posisi 4 besar pada edisi lalu—untuk langsung memburu poin penuh dan menciptakan kejutan di pertandingan pertama.
Generasi Emas Jepang Siap Meledak Kontra Belanda
Setelah menguliti kekuatan Brasil, analisis podcast bergeser ke laga pembuka Grup F yang mempertemukan Belanda melawan Jepang. Kedua pengamat sepakat bahwa pertandingan ini akan menyuguhkan permainan yang sangat menarik karena mempertemukan dua tim yang sama-sama diunggulkan untuk lolos.
Jepang dinilai datang ke Piala Dunia 2026 dengan komposisi skuad paling mewah dalam sejarah mereka, di mana 22 dari 26 pemain yang dipanggil berkarier di liga-liga top luar negeri. Rekor uji coba Tim Samurai Biru menjelang turnamen juga sangat mengerikan; mereka sukses melibas tim-tim raksasa sekelas Jerman, Spanyol, Inggris, hingga Brasil.
"Tinggal Jepang ini dengan pemain-pemain mewah seperti saat ini, ini saatnya buat mereka untuk lolos (ke semifinal)," ujar Bung Ropan memprediksi potensi kejutan dari wakil Asia tersebut.
Meski demikian, tantangan terbesar bagi Jepang di turnamen ini adalah faktor non-teknis, yakni menjaga konsistensi fokus dan mood pertandingan demi pertandingan agar tidak kembali mengalami antiklimaks setelah meraih kemenangan besar.
Di seberang kubu, Timnas Belanda yang difavoritkan memburu gelar juara dunia pertamanya juga menyimpan celah setelah sempat menelan kekalahan mengejutkan dari Pantai Gading dalam laga uji coba pemanasan sebelum turnamen. Secara historis, Belanda dikenal selalu tampil perkasa di fase grup namun kerap kehabisan bensin atau tersandung masalah mentalitas ketika memasuki fase gugur. Laga pembuka Grup F ini dipastikan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi kedua negara.










