ID EN

Preview Meksiko vs Afsel: Ulangan Sejarah di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

Ilustrasi - Piala Dunia 2025
Ilustrasi - Piala Dunia 2025.
Sumber: Envato

Laga pembuka Piala Dunia 2026 akan menyajikan pertemuan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, saat , Jumat 12 Juni dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka biasa tetapi menjadi ulangan momen bersejarah. 

Pada Piala Dunia 2010, Afrika Selatan sebagai tuan rumah bermain imbang 1-1 melawan Meksiko di Johannesburg. Kini, 16 tahun kemudian, kedua tim kembali dipertemukan dalam atmosfer yang sama. Bedanya, kali ini Meksiko mendapat keuntungan bermain di depan puluhan ribu pendukungnya.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre mengaku sangat antusias menyambut pertandingan tersebut. Baginya, tampil di Piala Dunia di negara sendiri merupakan pengalaman sulit ditandingi.

"Dalam 50 tahun perjalanan saya di sepak bola, tidak ada perasaan yang lebih luar biasa daripada bermain di Piala Dunia yang digelar di rumah sendiri. Saya sudah merasakan semuanya, tetapi ini hal yang tak terlupakan," ujar Aguirre.

Aguirre memahami betul atmosfer turnamen akbar itu. Saat Piala Dunia 1986 berlangsung di Meksiko, ia menjadi bagian dari skuad El Tri dan tampil hingga babak Perempat Final sebelum disingkirkan Jerman melalui adu penalti.

Kini, sebagai pelatih, pria berusia 67 tahun berharap dapat membawa Meksiko kembali mengukir kisah manis di hadapan publik sendiri.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-18 Meksiko di putaran final. Lebih istimewa lagi, ini merupakan kali ketiga negara tersebut menjadi tuan rumah setelah edisi 1970 dan 1986.

Rekam jejak Meksiko saat bermain di kandang cukup mengesankan. Pada dua kesempatan sebelumnya, mereka mampu melangkah hingga babak perempat final berkat dukungan luar biasa suporter.

Karena itu, Aguirre ingin anak asuhnya menjadikan laga pembuka sebagai momentum membangun kepercayaan diri untuk menghadapi perjalanan panjang di turnamen.

"Saya ingin menularkan kepada para pemain keyakinan bahwa ini bisa menjadi hari yang baik bagi kami, bahwa apa pun yang terjadi masyarakat akan mendukung kami, dan bahwa ini akan menjadi perayaan yang dikenang selama puluhan tahun," kata Aguirre.

Meski optimistis, Aguirre tidak ingin timnya meremehkan Afrika Selatan. Menurutnya, Bafana Bafana merupakan lawan berbahaya dan memiliki motivasi besar untuk menciptakan kejutan.

"Tim ini terus berkembang. Semua sudah siap agar kami bisa menjalani laga pembuka Piala Dunia dengan baik. Saya sangat yakin ini akan menjadi hari yang baik bagi kami," katanya.

Afrika Selatan Berharap Keberuntungan

Di sisi lain, Afrika Selatan datang ke Mexico City dengan status kuda hitam. Tim asuhan Hugo Broos mengamankan tiket ke putaran final setelah tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi.

Bafana Bafana menutup kualifikasi sebagai juara Grup C dengan koleksi 18 poin dan memastikan diri kembali tampil di Piala Dunia setelah absen cukup lama dari panggung terbesar Sepak Bola Dunia.

Bagi Hugo Broos, menghadapi tuan rumah di laga pembuka tentu bukan tugas mudah. Apalagi pertandingan akan berlangsung di salah satu stadion paling ikonik di dunia dengan tekanan besar dari suporter tuan rumah.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat. Kami harus tampil di level terbaik dan juga membutuhkan sedikit keberuntungan," kata Broos.

Pelatih berusia 74 tahun itu menilai keberuntungan akan menjadi faktor penting untuk menghadapi Meksiko.

Meski demikian, Broos memastikan timnya tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap. Ia percaya para pemain Afrika Selatan siap memberikan perlawanan maksimal sepanjang pertandingan.

"Saya bisa pastikan tim saya siap dan akan berjuang selama 90 menit. Setelah itu, kita lihat hasil akhirnya bagaimana," pungkas pelatih berusia 74 tahun itu.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!