ID EN

Papua Barat Kembangkan Surga Bahari Teluk Triton dan Keanekaragaman Hayati Arfak

Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:11

Penulis: Arif S

Pemandangan Teluk Triton
Arsip - Pemandangan Teluk Triton di Kaimana, Papua Barat.
Sumber: Antara/Virna Puspa Setyorini

Teluk Triton dan Pegunungan Arfak menjadi pusat perhatian pemerintah daerah dalam membangun masa depan Pariwisata Papua Barat. Pemprov Papua Barat menetapkan dua kawasan tersebut sebagai destinasi prioritas untuk memperkuat daya saing pariwisata sekaligus meningkatkan jumlah Kunjungan Wisatawan

Wilayah bahari Teluk Triton dikenal dengan gugusan pulau karst, perairan kaya biota laut, dan tradisi pesisir yang masih terjaga. Sementara Pegunungan Arfak menawarkan hutan pegunungan tropis dengan keanekaragaman hayati endemik yang menjadi incaran peneliti dan pencinta alam.

Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan pengembangan kedua destinasi itu telah masuk dalam dokumen rencana induk pembangunan pariwisata provinsi yang saat ini dibahas bersama legislatif daerah.

"Dua destinasi itu juga masuk dalam dokumen RPJMN (rencana pembangunan jangka menengah nasional)," ujar Jafar di Manokwari.

Bagi Papua Barat, pengembangan pariwisata bukan hanya soal membangun tempat indah menjadi lebih populer. 

Pemerintah daerah ingin memastikan pertumbuhan sektor wisata berjalan seiring dengan keterlibatan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.

Menurut Jafar, pengembangan Teluk Triton dan Pegunungan Arfak wajib mengacu pada konsep utama 3A, atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. 

Atraksi menjadi kekuatan alami Papua Barat melalui kekayaan budaya, adat, tarian tradisional, hingga bentang alam yang masih relatif liar dan autentik.

"Kalau dari sisi atraksi, Papua Barat punya kekayaan alam, budaya, adat istiadat, tarian dan lainnya. Hanya aksesibilitas dan amenitas ini yang perlu kerja maksimal," kata Jafar.

Tantangan terbesar saat ini adalah akses menuju destinasi dan kesiapan fasilitas penunjang. 

Banyak kawasan wisata Papua Barat masih membutuhkan konektivitas transportasi yang lebih baik, jaringan telekomunikasi memadai, penginapan, restoran, hingga fasilitas kebersihan yang mendukung kenyamanan wisatawan.

Namun pemerintah daerah menegaskan pembangunan tidak akan berhenti pada infrastruktur semata. Penduduk lokal diposisikan sebagai bagian penting dari ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.

"Tidak hanya destinasinya yang dibangun, tetapi bagaimana pemerintah menyiapkan masyarakat lokal agar bisa mengambil peran aktif sebagai penerima manfaat," katanya.

Pemorov meyakini pengembangan dua kawasan prioritas ini akan menciptakan efek berantai bagi destinasi lain di Papua Barat, termasuk Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Fakfak, Teluk Bintuni, hingga Manokwari Selatan.

Dengan lanskap laut, hutan tropis, dan budaya adat, Papua Barat mencoba menawarkan Pengalaman Perjalanan autentik, berkelanjutan, dan terhubung langsung dengan komunitas lokal.

"Kami tidak mengabaikan potensi wisata di kabupaten lain, termasuk Manokwari. Kalau dua destinasi prioritas ini berhasil dikembangkan, maka dampaknya meluas ke semua wilayah di Papua Barat," pungkasnya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!