ID EN

WBA Pastikan Tak Akui Rico Verhoeven Sebagai Juara Meski Nantinya Tumbangkan Usyk

Kamis, 21 Mei 2026 | 16:00

Penulis: Rojes Saragih

Poster Petinju Rico Verhoeven
Poster Petinju Rico Verhoeven di Laman World Boxing Council (WBC)
Sumber: Laman Resmi WBC

Badan Tinju Dunia (WBA) mengeluarkan pernyataan tegas menjelang duel akbar antara penguasa kelas berat Oleksandr Usyk melawan legenda kickboxing Rico Verhoeven. WBA memastikan tidak akan menobatkan Verhoeven sebagai juara kelas berat WBA (di atas 90,7 kg), sekalipun petarung asal Belanda itu sukses menggulingkan Usyk dalam laga yang akan digelar di Mesir pada 23 Mei 2026 mendatang.

Berdasarkan keterangan resmi WBA yang dipantau di Jakarta pada Kamis (21/5/2026), penolakan ini murni didasarkan pada regulasi peringkat (ranking) petinju yang berlaku di organisasi tersebut.

"Jika Verhoeven menang (melawan Usyk), ia tidak akan diakui sebagai juara WBA karena saat ini ia tidak masuk dalam peringkat tinju profesional organisasi WBA," tegas pernyataan resmi WBA.

Skenario Sabuk Juara di Atas Ring
Meski laga ini diajukan Usyk sebagai agenda pertahanan gelar secara sukarela, WBA telah menetapkan regulasi khusus mengenai nasib sabuk juara super kelas berat itu:

Jika Verhoeven Menang: Gelar juara kelas berat WBA tidak akan berpindah tangan kepada Verhoeven. Namun, sebagai kompensasi kemenangannya atas sang juara bertahan, WBA akan menganggap Verhoeven telah memenuhi syarat untuk masuk ke dalam daftar peringkat penantang resmi organisasi.

Jika Usyk Menang: Hasil Pertandingan akan diakui sepenuhnya secara resmi. Usyk akan tercatat sukses mempertahankan gelar juara super kelas berat WBA miliknya.

Bentrokan Dua Raja Beda Disiplin
Pertarungan di Mesir ini sangat dinantikan karena mempertemukan dua raja dari disiplin tarung yang berbeda, dengan rekam jejak yang sama-sama mengerikan:

Rico Verhoeven (Sang Raja Kickboxing)

Di usianya yang menginjak 36 tahun, Verhoeven telah berkiprah di level kickboxing profesional elite sejak 2005. Dengan rekor 76 pertandingan profesional, ia dianggap sebagai salah satu petarung kelas berat terhebat sepanjang masa. Ia datang ke laga ini dengan modal reputasi luar biasa, yakni baru saja melepaskan gelar Glory Kickboxing Heavyweight usai mendominasi tak terkalahkan selama 11 tahun berturut-turut.

Oleksandr Usyk (Sang Penguasa Ring Tinju) 

Di sudut lain, Usyk menatap laga ini dengan rekor tinju profesional tak terkalahkan 24-0 (termasuk 15 kemenangan KO). Petinju asal Ukraina ini merupakan mantan juara dunia sejati yang pernah menyatukan sabuk WBA, WBC, IBF, dan WBO. Menyadari besarnya ancaman fisik dari Verhoeven, Usyk yang dikenal sangat disiplin dilaporkan terus meningkatkan intensitas sesi latihannya.

Usyk sebelumnya memilih untuk melowongkan sabuk WBO-nya karena menolak bertarung melawan Fabio Wardley. Gelar WBO tersebut pada akhirnya jatuh ke tangan Daniel Dubois setelah ia sukses menaklukkan Wardley di Manchester, Inggris belum lama ini.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!