ID EN

Turis China Menurun, Pariwisata Thailand Dipaksa Beradaptasi dengan Pasar Baru

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:00

Penulis: Arif S

Kota Bangkok Thailand
Ilustrasi - Kunjungan wisatawan China ke Thailand turun drastis.
Sumber: Pixabay

Selama bertahun-tahun Thailand menjadi destinasi wisata unggulan Asia Tenggara, terutama kunjungan dari wisatawan China. Namun sejak awal 2025, situasi berubah drastis. Data menunjukkan jumlah wisatawan China ke Thailand turun hingga 30%.

Kondisi ini memaksa industri pariwisata mulai dari operator tur, hotel, hingga restoran—mencari pasar baru agar tetap bertahan.

Pattaya Tidak Seramai Dulu 

Kluay (22), pekerja penyewaan jet ski di Pantai Pattaya, merasakan langsung perubahan itu.

“Pelanggan Utama turis China tidak banyak yang muncul,” ungkapnya. 

Bisnis yang dulu populer dengan turis China kini mulai sepi, bahkan mengalami penurunan tajam. 

Tak hanya bisnis kecil, hotel besar juga terpukul. Hotel yang biasanya melayani rombongan wisatawan China kini harus menerima kenyataan berupa lobi kosong dan kenaikan biaya operasional. 

Banyak dari mereka bahkan terpaksa merenovasi ruangan dan beradaptasi dengan cepat untuk menarik segmen wisatawan baru.

Mengapa turis China mendadak menjauh?

Salah satu penyebab utama adalah rasa takut.

“Para influencer China telah memperingatkan pengikut mereka bahwa Thailand tidak aman,” tulis DW. 

Mereka menyoroti insiden seperti penculikan aktor Wang Xing yang dibawa ke Myanmar sebelum akhirnya diselamatkan.

Belum reda kasus itu, gempa bumi pada Maret menambah kekhawatiran wisatawan akan keselamatan. Banyak operator tur bahkan mengubah tujuan wisata ke negara lain.

Berharap pada Wisatawan Mandiri 

Meski rombongan tur menurun, masih ada wisatawan China yang datang secara mandiri.

Yu Huiling, turis dari China selatan, mengatakan dirinya merasa aman berada di destinasi populer.

“Ia merasa aman di kawasan wisata terkenal seperti Bangkok dan Pattaya.”

Kehadiran mereka sangat berarti bagi citra Thailand. 

“Apalagi dengan foto-foto yang menunjukkan dirinya bahagia,” tulis laporan tersebut.

Strategi Bertahan: Digital, Menu Baru, dan Pasar India

Industri pariwisata Thailand tak tinggal diam. Mereka mulai beradaptasi dengan pasar baru.

Kluay kini mempromosikan penyewaan jet ski secara daring, dengan harapan menarik wisatawan domestik.

Restoran di Jalan Banthat-Thong, Bangkok, mengalihkan fokus ke wisatawan India, pasar yang sedang berkembang pesat.

Pemilik restoran Sittichan Vuttipornkul bahkan sedang mengembangkan menu vegetarian dan vegan untuk memenuhi preferensi wisatawan.

Turis China Tetap Bernilai Tinggi

“Tidak ada survei khusus yang menyatakan turis China senang buang uang. Namun dari berbagai sumber disebutkan mereka umumnya menghabiskan banyak uang untuk perjalanan, terutama akomodasi mewah, kuliner dan belanja.”

Inilah yang membuat banyak pelaku industri “ketar-ketir” kehilangan pasar paling royal mereka.***