Bogor - Persaingan menuju takhta juara Liga Super musim ini semakin memanas. Dalam episode terbaru Podcast Itsme yang dipandu oleh host Syafira dan Gilang Respaty, pengamat sepak bola kawakan Sapto Haryo Rajasa membedah peta persaingan antara dua kandidat terkuat: Persib Bandung dan Borneo FC. Bertempat di studio Sentul, Bogor yang sejuk, diskusi ini menyoroti bagaimana selisih dua poin di puncak klasemen membuat setiap pertandingan tersisa bak partai final.
Dominasi Kandang dan Mentalitas Juara Persib
Sapto Haryo menekankan bahwa kekuatan utama Persib Bandung musim ini terletak pada rekor kandang yang fantastis. Dengan catatan winning streak di rumah sendiri, tiga laga kandang tersisa menjadi modal vital bagi Maung Bandung untuk mengamankan 9 poin tambahan. Namun, Persib baru saja tertahan imbang oleh Dewa United, sebuah hasil yang menurut Sapto disebabkan oleh hilangnya fokus akibat insiden kontroversial di lapangan.
"Kunci Persib adalah pertahanan. Duet lini belakang mereka sangat kokoh, namun mereka harus belajar dari laga melawan Dewa United agar tidak terdistraksi oleh keputusan wasit sebelum peluit berbunyi," ujar Sapto. Ia juga memuji tangan dingin Bojan Hodak yang mampu meramu skuad "bedol desa" menjadi tim dengan mentalitas back-to-back juara yang teruji.
BACA JUGA
Persib Nyaman di Puncak, Persija Tertahan di Posisi Ketiga Klasemen Super League
Borneo FC Tempel Persib di Puncak Klasemen, Persaingan Juara BRI Super League Makin Panas
Dewa United Tumbangkan Borneo, Persib Kian Nyaman di Puncak Klasemen
Borneo FC: Sang Penantang Serius
Di sisi lain, Borneo FC di bawah asuhan pelatih Fabio Lafundes dinilai sebagai tim dengan kolektivitas terbaik. Sapto menyoroti tajamnya lini depan Borneo yang dihuni pemain seperti Peralta dan Juan Villa. "Lafundes adalah pelatih yang sangat detail dalam menganalisis lawan. Transisi dari bertahan ke menyerang milik Borneo sangat mengerikan," tambahnya. Secara jadwal, Borneo dianggap memiliki lawan yang sedikit lebih ringan dibandingkan Persib di sisa musim.
Persija Jakarta sebagai "The King Maker"
Salah satu poin menarik dalam diskusi ini adalah peran Persija Jakarta. Meski peluang juara Macan Kemayoran secara matematis menipis, mereka diprediksi akan menjadi penentu gelar. Laga Persija vs Persib di Jakarta bukan sekadar rivalitas klasik, melainkan misi "penjegalan". Persija diprediksi akan tampil mati-matian untuk menghentikan ambisi Persib mencetak sejarah hattrick juara.
Persaingan Ketat
Sapto Haryo Rajasa menyimpulkan bahwa peluang juara saat ini masih 50-50. Detail kecil seperti manajemen emosi, kartu kuning konyol, hingga konsentrasi di menit-menit akhir akan menjadi pembeda. Dengan sisa enam pertandingan, drama perburuan gelar juara ini diyakini akan terus berlanjut hingga detik terakhir kompetisi, serupa dengan ketatnya persaingan di Liga Inggris.
Bagi para Bobotoh dan fans Pesut Etam, sisa musim ini akan menjadi ujian jantung yang luar biasa. Siapakah yang akan berpesta di akhir musim? Semua akan terjawab di lapangan hijau.










