ID EN

Arsenal ke Final Liga Champions 2026: Saka Jadi Pahlawan, Akhiri Penantian 20 Tahun

Rabu, 6 Mei 2026 | 06:11

Penulis: Arif S

Selebrasi Bukayo Saka setelah mencetak gol di Liga Champions
Selebrasi Bukayo Saka setelah mencetak gol di Liga Champions.
Sumber: Antaranews/UEFA.com

Arsenal menuntaskan penantian panjang dua dekade untuk kembali ke final Liga Champions UEFA setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan kemenangan 1-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Rabu dinihari WIB. Hasil ini memastikan The Gunners unggul agregat 2-1, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 pada leg pertama.

Gol tunggal Bukayo Saka menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat. Momen itu hadir tepat sebelum turun minum, ketika ia memanfaatkan bola muntah hasil kerja sama Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres.

Atletico sebenarnya bermain agresif sejak awal. Peluang pertama datang di menit ke-8 lewat kombinasi Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone yang membuka ruang bagi Julian Alvarez, tetapi tembakannya melebar di sisi kiri gawang.

Arsenal merespons melalui percobaan Riccardo Calafiori dari luar kotak penalti tapi masih melambung. Kontroversi sempat muncul di menit ke-34 saat Trossard terjatuh usai kontak dengan Griezmann di kotak terlarang, namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Kebuntuan Arsenal akhirnya pecah di menit ke-44. Saka mencetak gol krusial yang mengubah arah pertandingan dan memberi keunggulan agregat bagi tim asuhan Mikel Arteta.

Memasuki babak kedua, skuad Diego Simeone meningkatkan intensitas serangan. Giuliano Simeone kembali terlibat dalam momen kontroversial saat terjatuh dalam duel dengan Gabriel Magalhaes, tetapi lagi-lagi penalti tidak diberikan.

Di bawah mistar, David Raya menjadi tembok kokoh dengan menggagalkan sejumlah peluang Atletico. 

Arsenal nyaris menggandakan keunggulan melalui sepakan Gyokeres di menit ke-65, namun bola melayang tipis di atas mistar.

Menjelang akhir laga, tekanan Atletico semakin intens. Alexander Sorloth yang masuk sebagai pemain pengganti sempat menciptakan peluang, termasuk umpan backheel kepada Marcos Llorente, namun belum menghasilkan gol. 

Upaya lanjutan juga berhasil dimentahkan lini pertahanan Arsenal yang disiplin hingga peluit akhir berbunyi.

Keberhasilan melaju ke final Liga Champions musim ini menjadi momen bersejarah bagi Arsenal. 

Momen menjadi final Liga Champions kedua dalam sejarah klub, setelah terakhir kali mencapai partai puncak pada musim 2005/2006. 

Saat itu, Arsenal harus puas menjadi runner-up usai kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang diwarnai kartu merah Jens Lehmann.

Kini, di bawah arahan Arteta, Arsenal melangkah ke final dengan status tak terkalahkan musim ini. The Gunners mengoleksi 10 kemenangan dan tiga hasil imbang. 

Di final nanti, Arsenal akan menghadapi pemenang duel Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen yang baru akan memainkan leg kedua semifinal, Kamis dinihari WIB.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!