ID EN

Dubes RI Perkuat Pelindungan dan Peluang Kerja WNI di Sektor Pariwisata Turki 

Selasa, 5 Mei 2026 | 13:48

Penulis: Arif S

Istanbul, Turki
Istanbul, Turki.
Sumber: Envato

Pesisir biru Fethiye, tempat perbukitan bertemu Laut Mediterania menjadi bagian dari denyut industri Pariwisata Turki. Pemerintah Indonesia berupaya memastikan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Turki bekerja dengan aman, legal, dan bermartabat.

Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, melakukan kunjungan kerja ke Fethiye untuk memperkuat pelindungan WNI sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja yang aman. 

Diplomasi perlindungan tenaga kerja menjadi bagian dari strategi besar Indonesia dalam memanfaatkan pertumbuhan sektor pariwisata Turki.

Menurut KBRI Ankara, unjungan ini menyoroti besarnya peluang kerja bagi PMI di Turki, terutama di sektor hospitality, manufaktur, konstruksi, jasa, dan sektor pendukung pariwisata.

Di salah satu properti unggulan kawasan ini, Orka Sunlife Resort Hotel, Dubes Rizal bertemu CEO Uğur Serindağ. 

Diskusi keduanya menekankan pentingnya mekanisme penempatan tenaga kerja sesuai regulasi. 

Serindağ, dalam pertemuan dengan Dubes Rizal mengapresiasi kinerja pekerja Indonesia dan berharap dapat menerima lebih banyak pekerja dari Indonesia pada tahun depan.

Lebih dari sekadar agenda formal, kunjungan ini juga menjadi momen mendengar langsung cerita para PMI. Sekitar 40 pekerja Indonesia yang bekerja di hotel tersebut berbagi pengalaman mereka tentang ritme kerja, adaptasi budaya, hingga harapan masa depan.

“Dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Turki, saudara-saudara yang berada di sini adalah orang-orang terpilih. Kesempatan ini harus dijaga dengan kerja keras, disiplin, dan profesional,” pesan Dubes Rizal.

“Tunjukkan bahwa pekerja Indonesia memiliki etos kerja yang baik, ramah, bertanggung jawab, dan mampu membawa nama baik Indonesia,” lanjutnya.

Cappadocia, Turki.
Cappadocia, Turki.
Sumber: Envato

Salah satu PMI, Desi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.

“Kami senang bisa bekerja di sini dan mendapatkan pengalaman baru. Terima kasih kepada KBRI Ankara yang sudah datang langsung, melihat kondisi kami, dan memberi semangat untuk terus bekerja dengan baik,” ujar Desi, salah satu PMI asal Lampung.

Dalam pariwisata Turki dari Antalya hingga Istanbul, sektor hospitality menjadi salah satu pintu utama bagi PMI. 

Posisi seperti housekeeping, spa therapist, hingga staf dapur menjadi tulang punggung operasional industri yang melayani jutaan wisatawan setiap tahun.

Pada 2025, Turki mencatat 52,77 juta wisatawan dengan pendapatan pariwisata sebesar 61,1 miliar dolar AS, menempatkannya di peringkat kelima dunia sebagai Destinasi Wisata asing terbesar. 

Dalam sistem ketenagakerjaan, pekerja asing legal di Turki memperoleh hak setara dengan pekerja lokal—sebuah fondasi penting bagi keamanan kerja.

Lonjakan penempatan PMI juga mencerminkan tren ini. Data KP2MI mencatat peningkatan 151,36 persen pada 2025, sementara otoritas ketenagakerjaan Turki mencatat 13.781 WNI memiliki izin kerja aktif di negara tersebut.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!