Bogor – Persaingan memperebutkan takhta tertinggi Liga Primer Inggris Musim 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Dalam diskusi hangat di Podcast ITSME yang dipandu oleh duo host Raisha dan Gilang, pengamat sepak bola senior Ronny Pangemanan membedah perbedaan mencolok antara dua kandidat utama juara: Manchester City dan Arsenal. Fokus utama diskusi yang disiarkan dari studio ITSME di kawasan Sentul, Bogor ini menyoroti bahwa faktor penentu kini bukan lagi sekadar taktik, melainkan ketahanan mental.
City: Teruji dalam Tekanan
Kepada Raisha dan Gilang, Bung Ropan—sapaan akrab Ronny Pangemanan—menjelaskan bahwa Manchester City berada dalam posisi yang sangat menguntungkan secara psikologis. Skuad asuhan Pep Guardiola ini telah berulang kali membuktikan diri sebagai "spesialis pemburu" yang mampu menyalip lawan di saat-saat terakhir.
"Dalam posisi genting seperti ini, City lebih siap mental karena mereka sudah teruji. Mereka pernah mengejar ketertinggalan poin yang jauh dari Liverpool maupun Arsenal di musim-musim sebelumnya dan tetap keluar sebagai juara," ujar Ropan. Selain faktor mental, City diuntungkan oleh jadwal karena dua laga pamungkas mereka akan dimainkan di markas sendiri, Stadion Etihad.
BACA JUGA
Erling Haaland Bawa City Tekuk Arsenal, Persaingan Juara Liga Inggris Makin Ketat
Manchester City vs Arsenal: Pep Guardiola Optimistis Kembali Kalahkan Mikel Arteta
Laju Positif City Terhenti, Pep Guardiola Tetap Optimistis dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Arsenal dan Tantangan Konsistensi
Di sisi lain, diskusi di studio Sentul ini juga menyoroti momok sejarah yang sering menghantui Arsenal. Meskipun secara kedalaman skuad musim ini sangat mumpuni—mulai dari lini belakang yang dikawal Saliba hingga tajamnya lini depan yang dihuni Bukayo Saka—masalah utama The Gunners tetaplah konsistensi di tikungan akhir.
"Penyakit lama Arsenal adalah sering tergelincir di saat-saat krusial. Sekarang skuad mereka bagus, tapi apakah mental mereka cukup kuat untuk mempertahankan fokus hingga pekan ke-38? Ini yang masih menjadi tanda tanya besar," lanjut Ropan. Terlebih lagi, Arsenal harus membagi konsentrasi karena sudah mencapai babak semifinal Liga Champions.
Perebutan Tiket Liga Champions yang Memanas
Tidak hanya di papan atas, Raisha dan Gilang juga mengajak Bung Ropan membahas persaingan memperebutkan jatah Liga Champions yang melibatkan Aston Villa, Liverpool, Manchester United, dan Chelsea. Munculnya Aston Villa sebagai kuda hitam di empat besar mengubah peta kekuatan tradisional.
Bung Ropan mencatat bahwa tim-tim besar seperti Liverpool dan Chelsea masih menunjukkan performa yang "angin-anginan". Di fase ini, tergelincir satu kali saja berarti kehilangan posisi di zona elite Eropa. Dengan sisa enam pertandingan ke depan, setiap laga bagi enam tim papan atas ini adalah "final" yang menuntut konsentrasi penuh hingga peluit akhir musim dibunyikan.










