Bogor – Persaingan gelar juara Liga Super Indonesia musim ini diprediksi telah mengerucut menjadi perburuan antara Persib Bandung dan Borneo FC.
Kesimpulan ini disampaikan oleh pengamat sepak bola senior, Haris Pardede atau Bung Harpa, dalam diskusi terbaru di kanal YouTube ITSMe bersama host Syafira dan Gilang Respaty. Bung Harpa menilai stabilitas finansial dan kecerdikan taktik pelatih Bojan Hodak menjadi faktor utama yang membuat Persib sulit dibendung oleh tim lain, termasuk Persija Jakarta yang dianggap tertinggal secara momentum.
Selain membedah peta kekuatan domestik, diskusi juga menyoroti sejumlah poin krusial di kancah internasional:
BACA JUGA
Analisis Ropan: Aturan 7-9-11 PICU Peningkatan Kualitas Liga Super Indonesia
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Persita Tantang Persija, Persib Sambangi Persis di Pekan Krusial Super League
Pertaruhan Gelar Premier League: Bung Harpa mencatat transformasi mental Arsenal yang kini lebih dewasa di bawah Mikel Arteta. Namun, ia menegaskan bahwa Manchester City tetap menjadi ancaman paling nyata bagi gelar juara The Gunners, sementara Liverpool disebut tengah dalam ancaman krisis jika gagal menembus zona Liga Champions.
Jepang sebagai Kekuatan Dunia: Menyongsong Piala Dunia 2026, Bung Harpa memberikan pujian tinggi bagi Timnas Jepang. Ia menyebut etos kerja mereka sudah berada di level dunia dan memprediksi wakil Asia ini mampu melaju hingga babak Perempat Final.
Prediksi Final Terbesar: Sebagai penutup diskusi, ia melontarkan skenario final ideal antara Argentina vs Portugal. Pertemuan Messi dan Ronaldo di partai puncak Piala Dunia 2026 dinilai akan menjadi sejarah dengan rating penyiaran tertinggi yang pernah ada.
Melalui bedah taktik yang komprehensif ini, Bung Harpa tidak hanya memberikan gambaran tajam mengenai dominasi Persib di level lokal, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi para pecinta sepak bola tanah air dalam melihat peta persaingan elite di Liga Inggris hingga potensi kejutan besar di Piala Dunia 2026 mendatang.
Diskusi yang berlangsung hangat di Studio ITSMe, Sentul, Bogor, Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para Bobotoh dan penggemar sepak bola secara umum untuk memahami arah kompetisi yang semakin dinamis.










