ID EN

Tuding Liga Arab Saudi Diatur, Pernyataan Toney Mengarah ke Ronaldo?

Jumat, 10 April 2026 | 14:00

Penulis: Arif S

 Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr FC
dok. Cristiano Ronaldo bersama klub sepak bola Al Nassr FC
Sumber: Mehrdad Esfahani/ Wikimedia

Perburuan gelar Saudi Pro League Musim 2025/2026 semakin panas. Bukan hanya karena persaingan di Klasemen, tetapi juga isu di luar lapangan. Nama Cristiano Ronaldo ikut terseret dalam kontroversi yang berkembang.

Laga imbang 1-1 Al-Ahli kontra Al-Fayha, Rabu 8 April, menjadi pemicunya. Dalam pertandingan itu, pemyerang Al-Ahli, Ivan Toney mencetak gol ke-27 musim ini.

Namun, ia merasa timnya dirugikan karena tidak mendapat tiga penalti yang dianggap jelas.

Usai laga, Toney meluapkan kekecewaannya dan mempertanyakan sikap wasit, terutama di momen penting musim ini.

“Waktu kami coba bicara ke wasit, dia malah menyuruh kami fokus ke AFC. Itu tidak masuk akal,” ujar Toney.

Ia menilai keputusan wasit berubah saat kompetisi memasuki fase krusial.

“Sepanjang musim itu biasanya dianggap penalti, tapi sekarang di momen penting malah tidak,” katanya.

Saat ditanya siapa yang diuntungkan, Toney memberi jawaban bernada sindiran.

“Kita semua tahu siapa. Siapa yang sedang kami kejar?”

Pernyataan itu memicu spekulasi yang mengarah ke Al-Nassr. Tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo saat ini sedang memimpin klasemen. 

Mereka unggul empat poin dari Al-Ahli dan dua poin atas Al-Hilal, dengan satu laga lebih banyak.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, peluang Juara masih terbuka. Namun, tudingan adanya “pengaruh” membuat tensi kompetisi semakin tinggi.

Saat ini Ronaldo masih memburu trofi liga pertamanya sejak bergabung dengan Al-Nassr tiga setengah tahun lalu, membuat sorotan kepada dirinya semakin besar.

Toney melanjutkan kritiknya lewat media sosial, dengan menyoroti keputusan wasit yang dianggapnya janggal.

“Sulit dipercaya kejadian seperti ini bisa tidak terlihat, atau malah sengaja dibiarkan. Sepertinya ada sesuatu di balik ini,” tulisnya.

Ia kembali menyinggung komunikasi wasit saat VAR berlangsung.

“Wasit malah menyuruh kami fokus ke kompetisi lain saat VAR dicek. Itu aneh. Bahkan di akhir laga dia bilang itu penalti, tapi sudah terlambat,” tambah Toney.

Rekan setimnya, Galeno, menyampaikan kritik lebih tajam.

“Kalau begitu, lebih baik trofinya langsung saja diberikan. Terasa seperti ada yang ingin menyingkirkan kami demi satu orang. Ini tidak menghargai klub kami,” tulis Galeno.

Pihak Al-Ahli ikut bereaksi. Mereka menilai keputusan wasit tidak bisa diterima dan meminta penjelasan resmi, termasuk transparansi komunikasi ANTARA wasit dan VAR.

Situasi ini membuat perburuan gelar Liga Arab Saudi tak hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga kepercayaan terhadap jalannya kompetisi. Dengan selisih poin tipis, setiap keputusan kini menjadi sorotan.

Apakah ini hanya bentuk frustrasi, atau memang ada hal lain di baliknya?