Piala Dunia 2026 dan Kebijakan Visa Ketat AS, Apa Dampak Besarnya?
Jumat, 27 Maret 2026 | 09:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, Amerika Serikat memperkenalkan kebijakan imigrasi yang berpotensi mengubah cara suporter menikmati turnamen terbesar Sepak Bola Dunia. Dalam aturan terbaru ini, sebagian penggemar dari negara tertentu diwajibkan menyetor dana jaminan dengan nilai signifikan sebagai bagian dari proses visa.
Menurut beberapa media lokal, nilai deposit yang ditetapkan mencapai 15 ribu dolar AS atau sekitar Rp253 juta. Kebijakan ini menyasar pendukung dari Timnas Senegal, Aljazair, Pantai Gading, Tanjung Verde, dan Tunisia. Skema ini difungsikan sebagai jaminan tambahan dalam penerbitan visa.
Pemerintah AS menegaskan deposit akan dikembalikan sepenuhnya apabila pemegang visa meninggalkan negara tersebut sesuai jadwal yang ditentukan. Kebijakan ini merupakan langkah AS demi menangkal pelancong yang tinggal terlalu lama.
BACA JUGA
Italia Dekati Tiket Piala Dunia 2026, Ditantang Bosnia-Herzegovina di Final Playoff
16 Tim Eropa Berebut 4 Tiket Piala Dunia 2026, Italia Hadapi Jalan Terjal
Portugal Tanpa Cristiano Ronaldo Diuji Amerika Serikat dan Meksiko
Namun, polemik muncul karena aturan ini tidak hanya berpotensi menyasar suporter. Akan tetapi, deposit tersebut kabarnya juga berlaku bagi seluruh pemain dan staf timnas.
FIFA kini tengah melobi agar delegasi resmi, termasuk pemain dan ofisial dibebaskan dari kewajiban tersebut, meski hasilnya masih belum pasti.
Otoritas AS telah mengkonfirmasi semua permohonan visa akan dinilai secara individual, dan "tidak ada prosedur pengecualian" untuk secara otomatis membebaskan persyaratan jaminan tersebut.
Kebijakan ini menambah lapisan kompleksitas di luar lapangan, di saat fokus utama seharusnya tertuju pada persiapan teknis turnamen.
Di sisi lain, pendekatan ini mencerminkan garis kebijakan tegas dari Presiden Donald Trump dalam mengendalikan isu imigrasi ilegal selama ajang global berlangsung.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju Piala Dunia 2026, kejelasan implementasi aturan ini akan sangat menentukan seberapa inklusif atmosfer Piala Dunia nanti, apakah tetap menjadi pesta global, atau justru dibayangi pembatasan akses bagi sebagian penggemar.





![Kiandra Ramadhipa]](https://cdn.itsme.co.id/library/1/7/3/9/kiandra-ramadhipa_840x576.webp)




