ID EN

Taman Bendera Pusaka: Destinasi Wisata dan Olahraga 24 Jam di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:00

Penulis: Arif S

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Sumber: Antara/Lifia Mawaddah Putri.

Di tengah hiruk pikuk Jakarta, sebuah ruang hijau baru hadir bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga simbol sejarah dan masa depan kota. Taman Bendera Pusaka menjadi wajah baru taman kota, menggabungkan alam, olahraga, dan narasi kebangsaan dalam satu lanskap luas.

Taman ini merupakan hasil integrasi dari tiga ruang hijau sebelumnya, Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Kini, ketiganya menyatu dalam satu kawasan yang dirancang lebih modern, inklusif, dan multifungsi.

“Kehadiran Taman Bendera Pusaka menjadi bagian dari komitmen Pemerintah DKI Jakarta untuk memperbanyak ruang terbuka hijau yang modern, inklusif, dan ramah bagi keluarga,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.

Peresmian taman ini juga dihadiri Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menegaskan ruang ini tidak hanya sebagai fasilitas publik, tetapi juga simbol kebangsaan.

Patung Fatmawati, Simbol di Jantung Taman

Di tengah taman, berdiri patung Fatmawati Soekarno, sosok yang menjahit bendera Merah Putih.

“Dengan menempatkan patung Ibu Fatmawati di area Taman Bendera Pusaka ini, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa dan negara, yang semua orang tahu bahwa beliaulah yang menjahit bendera pusaka ini,” jelas Pramono.

Patung tersebut menggambarkan Fatmawati dalam kondisi mengandung, sambil menjahit bendera, sebuah visual yang kuat tentang dedikasi dan perjuangan.

“Dan saya mendapatkan penjelasan langsung dari Ibu Mega bahwa menjahit yang paling susah adalah warna merahnya. Sehingga, simbol kebanggaan kita, simbol nasional kita Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, benar-benar dikaryakan, dihadirkan oleh Ibu Fatmawati Soekarnoputri,” paparnya.

Wisata, Olahraga, dan Ruang Publik 24 Jam

Lebih dari sekadar taman, Taman Bendera Pusaka dirancang sebagai ruang hidup bagi warga kota.

Dibuka 24 jam sejak 15 Maret, taman ini menghadirkan berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan tenis, basket, voli, bulu tangkis, hingga padel, lengkap dengan jogging track.

Tak hanya itu, kawasan ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, menghadirkan Pengalaman Wisata Kuliner di tengah taman kota.

“Kami memutuskan untuk memberikan kesempatan UMKM berkembang di tempat ini dan bekerja sama dengan badan usaha milik daerah Pemerintah DKI Jakarta,” jelas Pramono.

Infrastruktur Hijau untuk Masa Depan Kota

Di balik keindahannya, taman ini juga menyimpan fungsi penting bagi lingkungan kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan sistem drainase dan infrastruktur hijau untuk meningkatkan daya resap air dan sirkulasi udara.

Selain itu, penggabungan taman juga menjadi bagian dari visi besar pengembangan ruang terbuka hijau di Jakarta.

“Dengan cara ini, sekarang ruang terbuka hijau di Jakarta tumbuh pesat sekali. Bahkan mungkin dalam waktu dekat ini, saya akan meresmikan kurang lebih 23 sampai 25 RTH baru karena memang diizinkan untuk dikerjasamakan,” papar Pramono.

Akses Mudah, Pengunjung Diimbau Gunakan Transportasi Umum

Meski lokasinya mudah dijangkau, pengunjung diimbau menggunakan Transportasi Publik seperti TransJakarta karena keterbatasan lahan parkir di kawasan taman.

“Untuk tempat parkir memang, kalau saya bilang bahwa parkir nggak bermasalah pasti saya juga bohong. Tetapi saya yakin karena ini menjadi ruas utama transportasi publik di Jakarta, semua orang bisa dengan mudah (menggunakan transportasi umum),” kata Pramono.