ID EN

F1 Bahrain dan Arab Saudi Dibatalkan, Konflik Timur Tengah Guncang Kalender Balapan

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

dok. Mobil Formula 1 Red Bull Max Verstappen
dok. Mobil Formula 1 Red Bull Max Verstappen
Sumber: Wastrick / Wikimedia

Dunia balap kembali dihadapkan pada realitas di luar lintasan. Dua seri awal musim panas Formula 1 di Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi dibatalkan akibat memanasnya situasi geopolitik.

Keputusan ini diumumkan langsung Formula 1 melalui laman resminya, menyusul meluasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel, dan Iran.

"Hari ini dikonfirmasi, setelah melalui evaluasi cermat, dan mengingat situasi yang sedang terjadi di Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan digelar pada April," tulis situs F1.

"Meski beberapa alternatif telah dipertimbangkan, pada akhirnya diputuskan tidak akan ada penggantian balapan pada April," lanjut pernyataan itu.

Efek Domino ke Seluruh Seri

Pembatalan ini tidak hanya berdampak pada Formula 1. Ajang pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy juga ikut dibatalkan.

Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi dengan FIA sebagai otoritas tertinggi balap dunia.

Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengakui keputusan ini bukan hal mudah tetapi harus diambil.

"Meski ini merupakan keputusan sulit untuk diambil, sayangnya ini keputusan yang tepat pada tahap ini, mengingat situasi terkini di Timur Tengah," kata Domenicali.

Domenicali menyampaikan terima kasih kepada FIA dan para promotor atas dukungan dan pengertian penuh mereka. 

"Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka begitu keadaan memungkinkan," katanya.

Kalender Berubah, April Tanpa Balapan

Awalnya, Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada 12 dan 19 April.

Namun penyelenggaraan balapan mustahil dilakukane karena skalasi konflik juga berdampak ke wilayah Bahrain dan Arab Saudi, yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Kalender F1 kini mengalami jeda panjang. Setelah seri Grand Prix Jepang pada 29 Maret, tidak ada balapan sepanjang April. Seri berikutnya baru akan digelar di Grand Prix Miami pada 3 Mei.

Artinya, akan ada jeda sekitar lima minggu tanpa aksi di lintasan, situasi yang jarang terjadi dalam kalender modern Formula 1.

Dampak Kompetitif dan Komersial

Dengan dibatalkannya dua seri ini, total balapan musim 2026 berkurang dari 24 menjadi 22. 

Perubahan ini tidak hanya memengaruhi persaingan di lintasan, tetapi juga berdampak pada aspek komersial, mulai dari hak siar hingga pendapatan promotor.

Bagi tim dan pembalap, jeda panjang bisa menjadi pedang bermata dua, kesempatan evaluasi, tetapi juga risiko kehilangan momentum.