ID EN

Persebaya vs Borneo FC: Bajul Ijo Bertekad Putus Rekor Buruk 7 Tahun di Samarinda

Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:30

Penulis: Arif S

Bernardo Tavares dan Bruno Moreira
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares dan Bruno Moreira.
Sumber: Antara/Rizal Hanafi

Persebaya Surabaya mengusung misi besar saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu malam dalam lanjutan Super League 2925-26. Tim berjuluk Bajul Ijo bertekad mengakhiri tren buruk yang sudah berlangsung tujuh tahun tanpa kemenangan di kandang Pesut Etam.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyadari betul sejarah tidak berpihak pada Bajul Ijo  setiap kali bermain di Samarinda. Namun ia menegaskan skuadnya datang dengan ambisi besar untuk mematahkan rekor buruk tersebut.

"Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang," ujarnya dikutip dari laman resmi klub.

Kemenangan terakhir Persebaya di markas Borneo terjadi pada 2019 ketika Bajol Ijo menang tipis 2-1. Hingga kini, hasil tersebut masih menjadi satu-satunya kemenangan Persebaya di Segiri.

Tavares tidak menampik Borneo FC merupakan salah satu tim paling tangguh di kompetisi musim ini. Konsistensi permainan Pesut Etam dalam meraih hasil positif, termasuk saat bermain tandang, membuat laga ini diprediksi berlangsung ketat.

"Kami tahu Borneo adalah tim yang kuat, kami melihat pertandingan terakhir mereka, dan kami melihat hasil bagus yang mereka dapatkan di kandang Persija," kata Tavares.

Karena itu, pelatih asal Portugal tersebut meminta anak asuhnya untuk tampil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.

"Bagi kami, yang terpenting adalah bermain sebagai tim dengan sikap yang baik dan fokus sepanjang 90 menit," pungkasnya.***