Kekalahan Perdana Era Carrick: Manchester United Kehilangan Ketajaman Membalikkan Keadaan
Jumat, 6 Maret 2026 | 10:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/Manutd.com
Manajer Michael Carrick tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Manchester United menelan kekalahan menyakitkan dari Newcastle United pada pekan ke-29 Premier League di St James' Park.
Kekalahan 1-2 tersebut terasa pahit karena Newcastle harus bermain dengan 10 orang sejak penghujung babak pertama. Meski unggul jumlah pemain, United justru gagal memanfaatkan situasi dan akhirnya pulang tanpa poin.
“Cara pertandingan ini berjalan jelas sangat mengecewakan dan tidak ada cara lain untuk menggambarkannya," ujar Carrick di laman Manchester United.
BACA JUGA
Rekor Tak Terkalahkan Carrick Bersama Manchester United di Liga Inggris Dihentikan 10 Pemain Newcastle
Menang Dramatis Atas Fulham, Carrick: Rasanya Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Liga Inggris: Lisandro Martinez Absen, Manchester United Diuji di Markas Newcastle
Laga berubah dramatis setelah gelandang Newcastle, Jacob Ramsey, menerima kartu kuning kedua di menit ke-45+1. Namun alih-alih tertekan, tuan rumah justru tampil lebih efektif.
Dua gol kemenangan Newcastle dicetak Anthony Gordon dan William Osula. Sementara MU hanya mampu membalas sekali lewat gol Casemiro di masa injury time babak pertama.
Bagi Carrick, hasil ini terasa sangat menyakitkan karena timnya sebenarnya memiliki momentum untuk membalikkan keadaan setelah unggul jumlah pemain.
"Jujur saja, ini sangat menyakitkan bagi saya," kata Carrick.
Tren Positif MU di Era Carrick Terhenti
Kekalahan dari Newcastle sekaligus menghentikan laju impresif Manchester United sejak ditangani Carrick pada Januari lalu. Sebelum laga ini, Setan Merah tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan liga.
Dalam delapan laga di era Carrick, United mencatat enam kemenangan, satu Hasil Imbang, dan satu kekalahan dengan total 15 gol dan delapan kebobolan.
Namun kekalahan di markas Newcastle menjadi noda pertama dalam periode tersebut sekaligus memutus tren positif tim.
Identitas “Second Half United” Menghilang
Hal lain yang menjadi sorotan dari kekalahan ini adalah hilangnya ketajaman MU di babak kedua. Selama era Carrick, MU dikenal sebagai tim yang sering tampil lebih tajam setelah turun minum.
Dari total 15 gol MU dalam delapan pertandingan liga di bawah Carrick, 11 di antaranya lahir pada babak kedua.
Gol-gol tersebut datang ketika menghadapi Manchester City, Arsenal, Fulham, Tottenham Hotspur, West Ham United, Everton, dan Crystal Palace.
Namun saat menghadapi Newcastle, United justru gagal mencetak gol setelah jeda. Satu-satunya gol mereka datang dari Casemiro di penghujung babak pertama.
Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carrick. Selama ini identitas “Second Half United” menjadi salah satu kekuatan utama timnya untuk membalikkan keadaan.










