Pegolf Hudson Swafford Ungkap Skorsing Panjang dari PGA Tour Setelah Main di LIV Golf
Kamis, 5 Maret 2026 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Pegolf profesional asal Amerika Serikat, Hudson Swafford mengaku saat ini sedang menjalani skorsing terpanjang dalam sejarah PGA Tour. Swafford adalah pemenang tiga turnamen PGA Tour. Ia bermain di PGA Tour selama 11 tahun setelah beralih menjadi profesional pada 2011.
Gelar pertama Swafford didapatkan di CareerBuilder Challenge pada 2017, sebelum kembali menang di Corales Puntacana Resort and Club Championship pada 2020.
Musim 2022 menjadi salah satu periode terbaik pegolf berusia 38 tahun itu. Ia menjuarai The Desert Classic pada Januari setelah mencatat skor 64 di ronde terakhir.
BACA JUGA
Tiket Emas Terakhir Vijay Singh: Kembalinya Sang Legenda ke PGA Tour di Usia Senja
Road to IIMS 2026 Dimulai, Golf Jadi Pintu Masuk Konsep Sportainment
Drama di Link Hong Kong Open: McKibbin, Maguire, dan Uihlein Berebut Tahta Menuju Final Round
Pada tahun yang sama, Swafford untuk pertama kalinya lolos cut di turnamen major ketika tampil di The Masters dan finis di posisi T30, sekaligus membawa pulang hadiah sebesar 93.150 pound sterling.
Namun, perjalanan kariernya berubah ketika ia memutuskan bermain di Turnamen Perdana LIV Golf di London pada 2022 tanpa izin dari PGA Tour.
Komisioner PGA Tour, Jay Monahan, saat itu menegaskan setiap anggota yang melanggar regulasi turnamen akan dikenai tindakan disipliner.
Para pemain PGA yang memilih bergabung dengan LIV Golf (dengan hadiah jauh lebih besar)kemudian dijatuhi larangan bermain di turnamen PGA Tour.
Pada Februari 2025, Monahan juga menegaskan semua pemain LIV Golf tidak diperbolehkan tampil di turnamen PGA Tour sebagai non-anggota melalui undangan sponsor maupun jalur undangan khusus.
PGA Tour kemudian meluncurkan Returning Member Programme pada Januari tahun ini. Program tersebut memungkinkan pemain LIV Golf kembali ke PGA Tour dengan syarat mematuhi sejumlah pembatasan ketat.
Pegolf peraih lima gelar major, Brooks Koepka, menjadi salah satu yang menerima tawaran tersebut dan kini kembali bermain di PGA Tour.
Sementara itu, Swafford yang gagal kembali ke LIV Golf pada musim 2025 mengklaim dirinya dijatuhi skorsing selama lima tahun oleh PGA Tour sejak penampilannya di turnamen LIV pertama pada 2022.
Berbicara dalam podcast Subpar milik Golf.com pada Juli lalu, ia mengatakan lamanya hukuman tersebut disebabkan karena dirinya bermain di event LIV saat masih berstatus anggota PGA Tour dan ketika jadwal tur sedang berlangsung.
Ia juga menilai keputusan tersebut berkaitan dengan kontrak sejumlah bintang besar LIV Golf yang akan berakhir pada akhir musim 2026. Situasi tersebut berpotensi membuat mereka kembali ke PGA Tour secara bersamaan.
"Saya tahu mereka mendasarkan keputusan itu pada kontrak beberapa pemain yang akan habis setelah musim 2026, sehingga mereka bisa mengubah aturan agar semua orang bisa kembali," kata Swafford.
"Saya tahu ada beberapa pemain yang tidak memiliki status di PGA Tour, mereka hanya mendapat skorsing satu tahun dari event yang disanksi PGA Tour, lalu bisa kembali bermain."
"Masalahnya jika saya datang dan berbicara dengan mereka, 'Baik, saya bisa kembali bermain pada 2027. Tapi seperti apa sebenarnya PGA Tour pada 2027?"
Swafford juga mengaku tidak menyangka konflik ANTARA PGA Tour dan LIV Golf akan berlangsung selama ini.
"Sejujurnya saya tidak menyangka perpecahan ini akan berlangsung selama ini. Saya rasa tidak ada dari kami yang menyangka," katanya.
"Sebagai penggemar golf, Anda ingin melihat pemain terbaik bermain bersama. Saya rasa perpecahan ini tidak baik untuk Olahraga ini."
"Namun di sisi lain, PGA Tour memang perlu sedikit diguncang."
Dalam wawancara lanjutan dengan Sports Illustrated pada Januari, Swafford mengatakan ia sebenarnya masih memiliki peluang untuk kembali mendaftar sebagai anggota PGA Tour.
"Saya bisa mendaftar kembali sebagai anggota, tetapi dengan rencana pengurangan jadwal PGA Tour dan jumlah anggota lebih terbatas yang sepenuhnya saya pahami, akan sulit bermain hanya dari kategori mantan Juara," kata Swafford.
"Tapi saya mengerti. Ini adalah PGA Tour yang baru, dengan model Bisnis baru, dan kami sudah lama mencoba mendapatkan jeda musim. Sesuatu memang harus berubah," pungkasnya.(sportbible.com)










