ID EN

Dari Tradisi 1950-an ke Sport Tourism Modern, Pacuan Kuda Ambal Jadi Magnet Wisata

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:53

Penulis: Arif S

Pacuan kuda
Ilustrasi - Olah raga pacuan kuda.
Sumber: Envato

Deru kuda dan sorak penonton akan kembali menggema di Ambal, Kebumen. Tradisi turun-temurun Pacuan Kuda Ambal bukan sekadar agenda tahunan, tetapi denyut Sport Tourism yang terus hidup di pesisir selatan Jawa Tengah.

Bupati Kebumen Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Maret 2026 di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal. Ajang ini kembali diposisikan sebagai pertemuan antara Warisan Budaya dan kompetisi modern.

Kepastian penyelenggaraan terungkap dalam audiensi Panitia Pacuan Kuda Ambal bersama Lilis Nuryani di kompleks Rumah Dinas Bupati, Senin 23 Februari 2026. 

Ketua Panitia Sodikul Anwar hadir bersama Ketua Pordasi Kebumen Setyo Mujiono dan Plt. Camat Ambal Agung Cahyono untuk memastikan dukungan penuh pemerintah daerah.

Bagi panitia, Pacuan Kuda Ambal telah melampaui status lomba adu cepat. Event ini tumbuh sebagai ikon sport Pariwisata yang menarik partisipasi nasional. 

Tahun ini, sekitar 170 ekor kuda dari Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi telah mengonfirmasi kehadiran.

“Peserta (kuda) dari luar daerah bahkan sudah mulai berdatangan di Ambal. Untuk kelas yang dipertandingkan masih sama seperti tahun sebelumnya, mulai dari Kelas F (1.000 meter) hingga kelas tertinggi, yaitu Kelas A Terbuka dengan jarak tempuh 2.000 meter,” ujar Sodikul.

Format kelas yang variatif menjaga daya saing lintasan Ambal tetap kompetitif, dari sprint 1.000 meter hingga duel stamina di 2.000 meter. 

Tahun ini, panitia juga meningkatkan besaran nilai hadiah demi menjaga gengsi kompetisi agar setara dengan event serupa di daerah lain.

Dukungan penuh datang dari Bupati Lilis. Ia menilai ajang ini bukan hanya tontonan Olahraga, tetapi magnet hiburan rakyat dan penggerak ekonomi lokal.

“Saya minta promosi digencarkan agar masyarakat terhibur. Hal yang tidak kalah penting adalah faktor keselamatan, baik bagi penonton maupun keamanan kudanya sendiri,” tegas Lilis.

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama, baik bagi ribuan penonton yang diprediksi memadati arena maupun bagi kuda pacu. Standar keamanan diharapkan selaras dengan reputasi Ambal sebagai salah satu lintasan lokal terbaik di Jawa Tengah.

Secara historis, lintasan ini telah eksis sejak era 1950-an. Tradisi yang diwariskan lintas generasi itulah yang kini ingin dipermanenkan agar memiliki status lintasan tetap.

“Ini adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman ayah saya kecil. Harapan kami, jika perjalanan ini dipermanenkan, tradisi kelestarian akan terjaga, ekonomi warga lokal terangkat, dan sektor pariwisata Kebumen semakin kuat,” pungkas Sodikul.

Pacuan Kuda Ambal 2026 bukan hanya tentang siapa tercepat mencapai garis finis tetapi  perayaan identitas lokal, panggung prestise nasional, sekaligus strategi sport tourism.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!