Tren Baru Golf Tourism: Guangzhou Jadi Destinasi Favorit Pebisnis Korea
Kamis, 19 Februari 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Kunjungan Wisatawan Korea yang ingin bermain golf di Guangzhou, China mengalami lonjakan signifikan. Lonjakan ini dipicu kebijakan bebas visa China dan iklim hangat kota.
Quan Yulan sidah 12 tahun bekerja di salah satu biro perjalanan di Guangzhou. Menurutnya, jika dibandingkan 2023, ketika perjalanan internasional mulai pulih pasca-pandemi COVID-19, pemesanan dari Korea melonjak lebih dari 300 persen pada 2025. Angka itu diperkirakan akan lebih kuat lagi tahun ini.
“Meski Guangzhou salah satu dari tiga kota besar di China, dulu pegolf Korea relatif jarang terlihat di sini,” ujarnya dikutip dari Korea Time.
BACA JUGA
Brae of Angus Hadirkan Lapangan Golf Kelas Dunia dan Hotel Bintang Lima
Laba Bersih GOLF Tumbuh 22,7% di Q3-2025, Didorong Kinerja Operasional Golf dan Efisiensi Biaya
Justin Bieber dan Pesona Golf Skotlandia: Liburan Mewah di Gleneagles
“Namun sekarang saya senang karena sibuk setiap hari.”
Sekitar 90 persen pegolf di Guangzhou adalah warga China, tetapi wisatawan Korea adalah Pemain Asing terbanyak.
Sebagian besar agen perjalanan yang fokus pada golf, termasuk tempat Quan bekerja, mempekerjakan warga China keturunan Korea untuk melayani pasar Negeri Ginseng.
CEO Blooming Golf Tour berbasis di Seoul, Lee Hee-hyun mengatakan, selama bertahun-tahun, wisatawan golf Korea lebih memilih negara seperti Jepang, Thailand, dan Vietnam. Namun situasi berubah ketika China memperkenalkan kebijakan bebas visa 30 hari bagi pelancong Korea pada 2024.
Kebijakan itu berdampak signifikan. Di Holiday Islands Golf Club, salah satu lapangan paling populer di Guangzhou bagi wisatawan Korea, jumlah pengunjung Korea naik 81 persen pada 2025. Sementara jumlah pengunjung China hanya tumbuh 4,4 persen.
Jepang tetap menjadi tujuan utama pegolf Korea. Namun, meningkatnya biaya golf di Asia Tenggara serta kekhawatiran keamanan di negara seperti Thailand dan Kamboja menjadikan China sebagai destinasi terpopuler kedua.
Guangzhou menyumbang lebih dari 80 persen pemesanan China melalui Blooming Golf Tour.
“Lonjakan terbaru perjalanan golf ke Guangzhou dari Korea bahkan membuat warga lokal kesulitan mendapatkan jadwal tee time,” kata Choi Woo-young, seorang pebisnis internasional berbasis di Guangzhou.
Sebagai ibu kota Provinsi Guangdong di China selatan, lokasi Guangzhou menjadi keunggulan tersendiri.
Penerbangan dari Incheon ke Guangzhou hanya butuh waktu tiga setengah jam dengan beberapa lokasi Lapangan Golf hanya berjarak 30-40 menit dari bandara.
Artinya, pegolf Korea dapat langsung menuju lapangan dan memaksimalkan waktu bermain. Banyak yang tiba, check-in, kemudian langsung bermain golf pada malam harinya. Mereka tinggal beberapa hari, memainkan dua atau tiga ronde, lalu kembali ke negaranya.
Quan dan Lee mengatakan perjalanan bisnis juga mendorong tren ini. Lapangan golf berkualitas tinggi ramah bisnis menarik banyak eksekutif Korea.
Hubungan bilateral mendapatkan momentum signifikan sejak November, ketika Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan pertamanya ke Korea dalam 11 tahun untuk menghadiri KTT APEC.
Lawatan Jinping diikuti kunjungan kenegaraan balasan Presiden Korea Lee Jae Myung ke Beijing pada awal Januari, di mana kedua pihak berjanji memperdalam kerja sama.
“Guangzhou punya banyak lapangan kelas atas untuk pemilik bisnis dan eksekutif, mencerminkan kekuatan ekonomi kota yang telah lama berdiri,” kata Andrew Paik, CEO Centum Golf, platform perjalanan golf yang menghubungkan wisatawan Korea ke lapangan premium di luar negeri.
Analis pasar memperkirakan, kunjungan warga Korea ke Guangzhou akan terus tumbuh stabil seiring langkah China dalam memperkuat industri pariwisatanya untuk mengatasi lemahnya permintaan domestik.
“Seiring semakin diperluasnya kemudahan masuk ke China dan lama tinggal pengunjung ditambah, rekreasi premium seperti golf akan mendapatkan manfaat lebih besar karena mampu menarik wisatawan berbelanja tinggi dan kelompok korporasi,” tandas Subramania Bhatt, CEO perusahaan pemasaran dan teknologi perjalanan China Trading Desk.










