ID EN

Duel Panas Persebaya vs Bhayangkara: Tavares Tak Ubah Karakter, Munster Waspada

Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:36

Penulis: Arif S

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (kiri).
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (kiri).
Sumber: Media Officer Persebaya

Duel pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 14 Februari 2026 malam, menghadirkan adu taktik dua pelatih, Bernardo Tavares dan Paul Munster. Jelang laga panas Persebaya Surabaya vs Bhayangkara Presisi Lampung FC, kedua kubu sama-sama mengakui kualitas lawan, sekaligus menyiratkan ancaman yang harus diantisipasi.

Bernardo Tavares menegaskan Persebaya tak akan keluar dari identitasnya, meski menghadapi Bhayangkara yang dinilainya kini lebih solid usai perombakan skuad.

“Kami perlu bermain sesuai karakter pemain yang kami miliki, bukan karena lawan A, B, atau C lalu mengubah terlalu banyak,” ujar Tavares saat konpers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat.

Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya konsistensi performa. Persebaya, menurutnya, harus menjaga hal-hal positif dari laga sebelumnya sembari membenahi detail krusial, terutama dalam fase transisi bertahan yang kerap menjadi titik rawan.

Ia menilai Bhayangkara kini tampil lebih kuat setelah mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di kompetisi domestik. Ancaman utama, kata Tavares, datang dari kecepatan saat transisi ofensif serta keberanian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

“Dengan begitu kami perlu meningkatkan transisi bertahan dan fokus, karena terlalu banyak memberi ruang dekat gawang,” ucapnya.

Fleksibilitas pemain Bhayangkara juga menjadi perhatian Tavares. Banyaknya pemain yang mampu mengisi beberapa posisi membuat skema permainan lawan sulit ditebak.

“Sayangnya kami tidak 100 persen, ada pemain yang sakit dan ada yang cedera,” katanya.

Meski demikian, Tavares berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita bisa menjadi pembeda di GBT.

Bhayangkara Waspadai Ancaman Persebaya

Di kubu lawan, Paul Munster tak kalah waspada. Pelatih Bhayangkara itu menilai Persebaya sebagai salah satu tim paling berbahaya di liga, terutama ketika mendapatkan ruang dalam transisi menyerang.

Menurutnya, Persebaya adalah tim kuat dengan pemain cepat dan berpengalaman. Munster secara khusus menyoroti kecepatan lini depan Bajul Ijo dan ancaman tembakan jarak jauh mereka.

“Kami harus waspada, terutama pada transisi mereka dan kemampuan mereka melepaskan tembakan dari luar kotak penalti,” kata Munster dalam konpers prapertandingan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat..

Ia meyakini laga akan berjalan dalam tempo tinggi, terlepas dari kondisi Persebaya yang tidak sepenuhnya fit. Munster mengakui atmosfer Gelora Bung Tomo selalu menjadi faktor X bagi tuan rumah.

"Tekanan suporter tuan rumah pasti sangat tinggi, tetapi kami tetap bertekad mencari strategi terbaik untuk mencuri poin," pungkasnya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!