ID EN

Barcelona Targetkan Lonjakan Wisatawan Lewat Perayaan Arsitektur Dunia UNESCO 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:47

Penulis: Arif S

Perayaan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO 2026
Perayaan Barcelona sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO 2026.
Sumber: Antaranews/Xinhua)

Barcelona resmi memulai perayaan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO 2026. Kota pesisir di Spanyol ini tidak sekadar mengukuhkan reputasinya sebagai galeri arsitektur terbuka, tetapi juga mengundang dunia untuk menyelami identitas urban yang membentuk wajahnya selama berabad-abad.

Barcelona pada Kamis 12 Februari memulai perayaan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO 2026, dengan program berisi lebih dari 1.500 kegiatan, menampilkan kekayaan warisan arsitektur kota.

Selama 10 bulan ke depan, setiap distrik akan mendapat sorotan khusus. Bukan hanya pusat kota, melainkan juga lingkungan yang selama ini menjadi denyut kehidupan sehari-hari warga.

Selama 10 bulan, setiap distrik akan mendapat sorotan dengan berbagai kegiatan yang membawa arsitektur lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya.

Program ini dirancang inklusif dan lintas generasi. Agenda mencakup tur berpemandu, lokakarya, debat, konferensi, pameran, dan pertunjukan budaya untuk masyarakat umum, sekolah, serta kalangan profesional di seluruh kota dan wilayah sekitarnya.

Bagi pelancong, momentum ini menghadirkan alasan baru untuk menjelajahi Barcelona. Bukan hanya untuk menikmati karya Antoni Gaudí atau berjalan di sepanjang La Rambla, tetapi memahami bagaimana kota ini terus bereksperimen dengan ruang, desain, dan keberlanjutan.

Salah satu sorotan utama adalah Kongres Arsitek Dunia UIA pada 28 Juni - 2 Juli 2026 mendatang. 

Ajang ini diperkirakan menarik ribuan profesional internasional dan menegaskan posisi Barcelona sebagai satu-satunya kota yang dua kali menjadi tuan rumah.

Dengan lebih dari 12 juta pengunjung setiap tahun, baik untuk Bisnis maupun wisata, Barcelona telah lama menjadi magnet global. 

Kota ini dihuni oleh 1,73 juta orang, dengan 26,4 persen di antaranya merupakan warga negara asing. Ini mencerminkan karakter kosmopolitan yang semakin menguat.

Perayaan ini bukan hanya seremoni simbolik tetapi menjadi panggung refleksi tentang bagaimana arsitektur membentuk kehidupan kota, dari ruang publik hingga hunian, dari bangunan bersejarah hingga desain masa depan. 

Dalam 10 bulan ke depan, Barcelona tidak hanya dipandang sebagai Destinasi Wisata arsitektur, tetapi laboratorium urban terbuka bagi dunia.(Xinhua)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!