ID EN

Skandal Sepak Bola China: 73 Orang 'Dibekukan' Seumur Hidup, 13 Klub Dihukum

Kamis, 5 Februari 2026 | 15:31

Penulis: Arif S

Skandal sepak bola China
Ilustrasi - Skandal sepak bola China.
Sumber: Envato

Sepak Bola China memasuki fase paling keras dalam sejarah modernnya. Persatuan Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 orang untuk terlibat dalam aktivitas sepak bola, disertai sanksi berat kepada 13 klub liga profesional. 

Langkah ini menjadi sinyal tegas dari upaya pembersihan sistemik yang selama bertahun-tahun membelit Olahraga paling populer di negeri tersebut.

Sanksi itu tak pandang bulu. Mantan pejabat CFA hingga mantan pelatih tim nasional ikut terseret.

Media pemerintah China menyebut tindakan tersebut diambil atas pelanggaran serius terhadap nilai dan etika sportivitas, mencakup pemberian dan penerimaan suap, pengaturan skor, hingga praktik judi.

Nama-nama besar muncul dalam daftar larangan seumur hidup. Mantan ketua CFA Chen Xuyuan, mantan wakil ketua Li Yuyi dan Du Chaochai, serta mantan sekretaris jenderal Liu Yi menjadi simbol runtuhnya elite lama sepak bola China. 

Namun sorotan terbesar tertuju pada Li Tie, mantan pelatih tim nasional China periode Januari 2020 hingga Desember 2021.

Li Tie bukan hanya dilarang seumur hidup dari aktivitas sepak bola, tetapi juga telah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada akhir 2024 setelah terbukti menerima suap 16 juta dolar AS (sekitar Rp268 miliar). 

CFA menegaskan ke-73 orang tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa menerima dan memberi suap, terlibat judi bola, serta memanipulasi Hasil Pertandingan sehingga mencederai semangat Fair Play

Untuk pemain, sanksi dijatuhkan atas perilaku negatif di lapangan, termasuk tidak bermain secara sungguh-sungguh dan pelanggaran etika Olahraga.

Beberapa nama pemain yang disebut ANTARA lain mantan pemain Tianjin TEDA Football Bai Yuefeng, mantan pemain Shenzhen Football Club Li Fei, serta mantan pemain Zhejiang Yiteng Football Club Hao Qiang. Kasus-kasus ini memperlihatkan bagaimana praktik tak sportif telah merembes hingga level kompetisi.

Tak hanya individu, klub ikut menanggung dampak. CFA menjatuhkan sanksi pengurangan 3–10 poin serta denda 200 ribu hingga satu juta RMB (sekitar Rp483 juta hingga Rp2,41 miliar) kepada 13 klub liga profesional musim 2026. 

Daftar itu mencakup Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, Qingdao Manatee, Wuhan Three Towns, Shandong Taishan, Henan Football Club, Zhejiang Professional, Shanghai Harbor, Beijing Guoan, Meizhou Hakka, Changchun Yatai, Suzhou Soochow, dan Ningbo Professional.

Dalam pernyataan resmi di akun Weibo, CFA menegaskan komitmennya menjalankan keputusan partai dan pemerintah pusat dengan prinsip nol toleransi terhadap pelanggaran. 

Otoritas juga meminta pemain dan klub lain untuk mengambil pelajaran mendalam dari kasus ini dan menjadikannya peringatan keras.

Langkah keras ini merupakan bagian dari kampanye anti-korupsi lintas sektor yang digalakkan Presiden Xi Jinping sejak 2012. 

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!