Dari Monas ke Menara Eiffel, Cara Baru Jakarta Menjual Diri ke Dunia
Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Jakarta tidak ingin hanya dikenal sebagai kota padat dan sibuk. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota terus membangun identitas baru sebagai kota global yang kreatif, inklusif, dan penuh peluang. Pariwisata Jakarta tidak lagi hanya soal destinasi fisik seperti Monas atau Kota Tua, tetapi juga tentang pengalaman, gaya hidup, seni, dan budaya urban yang dinamis.
Misi inilah yang dibawa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketika meluncurkan kegiatan “Choose Jakarta 2025” di Paris, Prancis, pada 8–11 Oktober 2025.
Acara ini dirancang bukan sekadar pameran, melainkan strategi branding besar-besaran untuk menempatkan Jakarta sejajar dengan kota global lain seperti Paris, Tokyo, atau Seoul.
BACA JUGA
7 Tempat Wisata Jakarta yang Tetap Buka Saat Lebaran 2026
Jakarta Tourism Awards 2025, Lebih dari Sekadar Piala Tapi Strategi Menuju Kota Kelas Dunia
16 Cagar Budaya Baru Jakarta, Hidden Gems Wajib Masuk Bucket List
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan, langkah ini adalah bentuk kepercayaan diri Jakarta untuk tampil di panggung dunia.
“Bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), inilah saatnya berani melangkah ke pasar global, menunjukkan jati diri Jakarta yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat.
Bertempat di Galerie Joseph, Paris, “Choose Jakarta 2025-Goes to Paris” menjadi wadah promosi terpadu yang menampilkan potensi perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Edisi 2025 ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan wajah baru Jakarta yang modern, terbuka, dan siap bersaing di tataran global.
Bagi sektor pariwisata Jakarta, ini adalah peluang emas. Selama ini, wisatawan mancanegara sering menjadikan Jakarta hanya pintu masuk menuju Bali atau Yogyakarta.
Melalui acara ini, Jakarta ingin menunjukkan kota ini bisa menjadi destinasi utama, bukan hanya transit.
Caranya? Dengan menampilkan karakter unik Jakarta, perpaduan budaya Betawi dengan kreativitas urban generasi mudanya.
Rano menyebut kegiatan ini juga menjadi sarana diplomasi ekonomi dan budaya antara Jakarta dan Paris.
Melalui acara itu, Pemprov DKI memperkenalkan kekuatan ekonomi kreatif dan potensi ekspor produk unggulan Jakarta.
Selain itu, kedua kota dunia yang sama-sama kaya budaya itu juga saling bertukar nilai, gaya hidup, dan ide-ide kreatif.
Acara ini menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha terkurasi dari sektor fesyen, kuliner, dan kriya, yang menampilkan produk unggulan dan identitas kreatif Jakarta kepada publik internasional.
Inilah cara Jakarta membangun citra destinasi: melalui produk, rasa, dan cerita.
Bukan hanya itu, agar pariwisata tak hanya tampil di ruang pamer, berbagai aktivitas interaktif turut digelar antara lain forum bisnis, business matching, talkshow tematik, trunk show, hingga pentas budaya Betawi.
Kolaborasi ini membuka peluang wisata minat khusus, seperti wisata budaya, belanja kreatif, hingga event tourism.
“Choose Jakarta 2025” merupakan bagian dari program prioritas Pemprov DKI dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Melalui kegiatan itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperluas diplomasi ekonomi dan budaya sekaligus membuka akses pasar global bagi UMKM yang telah menjalani kurasi dan pendampingan sesuai standar internasional.
Artinya, destinasi wisata Jakarta tidak hanya bangunan dan ruang publik, tetapi juga produk dan pengalaman kreatif warganya.
“Dari Monas hingga Menara Eiffel, kami ingin menegaskan bahwa Jakarta punya daya cipta yang layak diperhitungkan dunia. Inilah wajah baru Jakarta, sebuah kota global yang tetap berakar pada budaya dan membuka peluang bagi semua, termasuk UMKM dan entrepreneur dari kalangan muda,” ungkapnya.
Jika Paris selama ini dikenal sebagai kota mode dan budaya dunia, Jakarta sedang membangun jalannya sendiri. Bukan untuk meniru, tetapi untuk berdiri sejajar dengan identitas yang autentik dan karakter unik.(Antara)***










