John Herdman Sebut Piala ASEAN Momen Ideal Memulai Era Baru Bersama Timnas Indonesia
Jumat, 16 Januari 2026 | 08:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rauf Adipati
John Herdman tak butuh waktu lama untuk menemukan bahan bakar motivasi di awal tugasnya sebagai Pelatih Timnas Indonesia. Ia memandang Piala ASEAN 2026 sebagai panggung ideal untuk memulai era baru dirinya Bersama Garuda.
Herdman mengaku antusias menatap Piala ASEAN 2026 yang akan berlangsung pada 24 Juli - 26 Agustus tahun ini. Turnamen regional tersebut menjadi ujian kompetitif pertama bagi Herdman sejak resmi menangani tim Merah Putih.
Sejarah panjang Indonesia di Piala ASEAN yang sebelumnya bernama Piala AFF memberi konteks besar terhadap optimisme Herdman.
BACA JUGA
Timnas Indonesia Diuji Juara Bertahan Vietnam dan Singapura di Piala ASEAN 2026
Bursa Calon Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Paling Masuk Akal Tangani Garuda
John Herdman Sudah Kontak Pemain Timnas Indonesia Sebelum Resmi Menjabat
Timnas Indonesia telah enam kali mencapai final, namun belum pernah sekali pun mengangkat trofi juara. Fakta itulah yang justru dianggap Herdman sebagai celah positif, bukan beban.
"Menurut saya, fakta bahwa Indonesia belum pernah memenangi turnamen ini justru menjadi peluang yang bagus untuk pelatih baru. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah menjadi pelatih yang sudah mencapai final enam kali, lalu harus memenangkannya lagi untuk ketujuh kalinya," ujar Herdman usai menghadiri acara undian grup Piala ASEAN 2026 di, Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.
Bagi Herdman, nilai historis menjadi kunci utama. Bukan sekadar soal hasil, tetapi tentang kesempatan mencatatkan momen pertama yang akan dikenang dalam sejarah Sepak Bola Indonesia.
"Jadi, untuk melakukannya pertama kali dan mencatat sejarah bersama para penggemar serta para pemain, itulah pola pikir yang ingin kami bawa ke turnamen ini," tandasnya.
Meski demikian, Herdman tetap realistis. Ia menyadari peta persaingan di Piala ASEAN selalu ketat, terlepas dari status unggulan atau pengalaman masa lalu setiap tim.
"Menurut saya ini adalah peluang nyata dengan skuad yang kami miliki, tapi saya juga ingin menekankan bahwa setiap grup, setiap tim akan menjadi lawan yang berat di kompetisi ini," lanjutnya.
Tantangan Indonesia di Piala ASEAN 2026 bertambah kompleks karena turnamen ini digelar di luar agenda FIFA match day.
Konsekuensinya, klub Eropa yang menaungi sejumlah Pemain Timnas Indonesia berpotensi tidak melepas para pemainnya.
Namun bagi Herdman, situasi tersebut bukan hambatan signifikan. Ia justru melihatnya sebagai kondisi yang setara bagi semua peserta.
"Artinya, semua tim akan bermain di level yang sama. Tim yang akan sukses adalah tim yang benar-benar ingin mewakili negaranya di momen ini, dan kami ingin mengambil kesempatan itu untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi di Piala ASEAN," tegas Herdman.
Piala ASEAN membawa memori pahit dari edisi sebelumnya. Pada penampilan terakhir Indonesia, tim Garuda yang saat itu dilatih Shin Tae-yong gagal lolos ke semifinal setelah hanya finis di posisi ketiga Grup B.
Kegagalan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor pemecatan Shin Tae-yong. Keputusan pemecatan itu diambil PSSI hanya 16 hari setelah timnas Indonesia kalah 0-1 dari Filipina pada laga Grup B Piala ASEAN 2024 di Stadion Manahan, Surakarta.
Kini, di bawah kendali John Herdman, Piala ASEAN bukan sekadar turnamen regional. Baginya, ajang ini adalah peluang emas untuk memulai ulang, mengubah narasi lama, dan mungkin, untuk pertama kalinya, mengakhiri penantian panjang Garuda akan sebuah trofi.(Antara)










