Xabi Alonso Dipecat Real Madrid Usai Kalah di Final Piala Super Spanyol, Arbeloa Ambil Alih Kursi Panas Bernabeu
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:24
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Xinhua/Gustavo Valiente
Real Madrid kembali membuat keputusan besar di tengah musim. Hanya berselang kurang dari 24 jam setelah kekalahan menyakitkan Madrid dari rival abadinya, Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026, Los Blancos resmi memutus kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso.
Kekalahan 2-3 dari Barcelona di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB, menjadi titik balik. Bukan hanya Madrid gagal meraih trofi, tetapi juga jarak dengan sang rival di klasemen LaLiga yang tertinggal empat poin.
Pada Selasa 12 Januari 2026 dini hari WIB, Madrid mengumumkan perpisahan dengan Alonso melalui pernyataan resmi.
BACA JUGA
Xabi Alonso Minta Real Madrid Lupakan Kekalahan dari Barcelona dan Bangkit di Piala Raja
Ucapan Lama Mourinho Kembali Viral, Relevan dengan Pemecatan Xabi Alonso?
Jelang Final Super Spanyol, Perez Bakar Semangat Suporter Sebut Madrid Milik Dunia
"Real Madrid C. F. mengumumkan, kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, memutuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama," tulis situs resmi Madrid.
Klub menegaskan keputusan ini tidak menghapus status Alonso sebagai legenda klub.
"Xabi Alonso akan selalu mendapatkan kasih sayang dan penghargaan dari seluruh Madridismo karena ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya."
Madrid juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi staf pelatih selama ini.
"Klub kami mengucapkan terima kasih kepada Xabi Alonso dan seluruh tim teknisnya atas kerja keras dan dedikasi selama ini, dan mendoakan mereka sukses di tahap baru dalam hidup mereka," tulis Madrid.
Namun di balik nada hangat perpisahan itu, realitas di lapangan berbicara keras. Madrid gagal tampil dominan di laga-laga krusial musim ini, termasuk di final kontra Barcelona.
Tekanan publik dan ekspektasi tinggi di Santiago Bernabeu membuat kekalahan tersebut terasa jauh lebih mahal dari sekadar kehilangan satu trofi.
Xabi Alonso datang pada musim panas lalu dan baru memimpin 34 pertandingan di semua kompetisi. Catatannya sebenarnya tidak buruk.
Ia membukukan 24 kemenangan, empat Hasil Imbang, dan enam kekalahan, tetapi tidak cukup untuk menjamin stabilitas di klub sebesar Real Madrid.
Arbeloa Naik dari Akademi ke Kursi Terpanas
Tak butuh waktu lama bagi Madrid menunjuk pengganti. Alvaro Arbeloa dipercaya naik kelas dari Castilla untuk menangani tim utama.
Penunjukan ini bukan sekadar solusi darurat, tetapi juga simbol keberlanjutan DNA Madrid. Arbeloa adalah produk akademi klub, meski baru bergabung di usia 18 tahun pada 2001 setelah menimba ilmu di Real Zaragoza.
Ia menembus tim utama pada 2004, lalu sempat dilepas ke Deportivo La Coruna sebelum menemukan tempat di Liverpool bersama Rafael Benitez.
Pada 2009, ia kembali ke Madrid dan kali ini bertahan tujuh musim hingga 2016, memenangi delapan trofi termasuk satu gelar LaLiga dan dua Liga Champions.
Di level internasional, ia bagian dari Generasi Emas Spanyol peraih Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Usai pensiun pada 2017, Arbeloa kembali ke Madrid sebagai pelatih kelompok umur dari U-14 hingga U-19, sebelum naik menjadi pelatih Castilla sejak Juni 2025. Bersama tim muda itu, ia mencatatkan 10 kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan dari 19 laga.
Kini, pria 42 tahun itu menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya, memimpin ruang ganti berisi bintang-bintang dunia, sekaligus menstabilkan tim yang baru saja kehilangan pelatihnya di tengah musim.
Pertaruhan Besar Bernama Stabilitas
Pemecatan Xabi Alonso menegaskan satu hal, di Real Madrid waktu bukanlah kemewahan. Hasil instan tetap menjadi mata uang utama, terutama saat kekalahan datang dari rival terbesar.
Kini sorotan beralih ke Arbeloa. Apakah ia mampu melakukan apa yang gagal dilakukan Alonso, menyatukan ego, menjaga stabilitas, dan mengembalikan Madrid ke jalur juara atau justru tekanan Bernabeu akan kembali memakan korbannya?***










