ID EN

Tiket Emas Terakhir Vijay Singh: Kembalinya Sang Legenda ke PGA Tour di Usia Senja

Jumat, 9 Januari 2026 | 17:08

Penulis: Arif S

Bola Golf
Ilustrasi - Turnamen golf.
Sumber: Pixabay/Ipegasu

Vijay Singh tidak kembali ke PGA Tour karena nostalgia. Ia kembali karena berhak secara aturan, secara sejarah, dan secara angka. Di usia 63 tahun pada bulan depan, legenda asal Fiji itu memanfaatkan “tiket emas” yang hanya dimiliki segelintir pemain dalam Sejarah Golf.

Selama kariernya, Singh membukukan 648 penampilan di PGA Tour. Jumlah ini memang masih di bawah rekor 803 milik Mark Brooks, tetapi tetap menjadi angka luar biasa. 

Singh melakukan debut pada 1992 di Memorial Tournament, saat berusia 29 tahun. Ia bermain lewat undangan sponsor, dengan finis T7. 

Dalam lebih dari tiga dekade berikutnya, Singh membangun resume kelas dunia. Ia menorehkan 34 kemenangan, 28 runner-up, persentase lolos cut hampir 80 persen, dan lebih dari 71 juta dolar AS hadiah turnamen. Capaian itu menempatkannya di peringkat keenam tertinggi sepanjang masa.

Aturan PGA Tour menyatakan pemain yang sudah kehilangan status, tetapi berada di 50 besar peraih pendapatan terbanyak sepanjang sejarah, berhak kembali menjadi anggota penuh untuk satu musim pilihan mereka. Dan tahun 2026 adalah musim yang dipilih Singh.

Mulai pekan depan di Sony Open, Honolulu, Singh akan kembali menyusuri fairway PGA Tour untuk pertama kalinya (di luar Masters) sejak Honda Classic 2021. 

Saat itu ia mencatat 74-73 dan gagal lolos cut. Terakhir kali ia lolos cut di Tour adalah Memorial 2020 (T62). Terakhir kali ia memainkan 10 turnamen atau lebih dalam satu musim adalah 2017-18.

Ia tidak akan mendapat akses ke turnamen elit terbatas, tetapi juru bicara PGA Tour mengatakan Singh kemungkinan akan memenuhi syarat untuk sebagian besar turnamen lapangan penuh pada 2026.

Singh datang di sia tak lagi muda. Ia sempat menarik diri dari Masters April lalu karena Cedera yang tidak diungkapkan, memutus rentetan 31 penampilan Masters beruntun. 

Namun performanya di PGA Tour Champions masih solid, enam kali top-10 dari 20 turnamen tahun lalu dan finis peringkat 23 money list. 

Rata-rata jarak drivernya pada 2025 adalah 292,4 yard, peringkat 16 di Champions Tour, meski itu hanya peringkat 164 di PGA Tour reguler.

Singh sadar betul perbedaan dunia yang akan ia masuki.

“Bermain di Tour reguler itu tekanannya jauh lebih besar,” ujar Singh dikutip dari golf.com

“Butuh lebih banyak kerja untuk siap bertanding. Saya berlatih lebih banyak saat bermain di Tour reguler. Persiapannya sedikit berbeda.

“Bermain di Champions Tour itu jauh lebih santai buat saya. Saat saya mulai bermain di sana, saya tidak ingin kembali ke sini. Rasanya sangat mudah bermain di sana. Di sini, ini empat hari penuh, plus dua hari ekstra bermain dan berjalan kaki.”

Kembalinya Singh memicu kritik di media sosial. Ada yang menilai Singh mengambil tempat pemain muda. Komentator Golf Channel Brandel Chamblee bahkan mengkritik sistemnya, bukan orangnya.

“Inilah yang terjadi ketika Anda memberi terlalu banyak kekuasaan kepada pemain,” tulis Chamblee di X. 

"Jika PGA Tour ingin mengklaim dirinya sebagai Olahraga berbasis meritokrasi, Anda tidak bisa membiarkan pemain memonetisasi performa sepuluh atau dua puluh tahun lalu lewat pengecualian saat ini. Olahraga harus selalu menjawab pertanyaan: mengapa Anda di sini, bukan orang lain? Dan jawabannya tidak pernah boleh karena saya hebat sepuluh atau dua puluh tahun lalu.”

Apakah Singh masih bisa hebat? Kemungkinan kecil. Apakah ia masih bisa lolos cut? Sangat mungkin. 

Ia melakukannya di Masters 2024 sebelum ronde ketiga 82 memukul mundurnya. Sejarah menunjukkan itu bukan mustahil.

Sam Snead lolos cut di usia 67 tahun, Jack Nicklaus dan Fred Funk di usia 64 tahun dan Tom Watson di usia 65 tahun.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!