ID EN

Lombok Nomor Dua Paling Banyak Disinggahi Wisatawan Kapal Pesiar di Indonesia pada 2026

Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:42

Penulis: Arif S

Wisatawan Kapal Pesiar Ovation Of The Seas
Wisatawan Kapal Pesiar Ovation Of The Seas di Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Sumber: Antara/Nur Imansyah

Di balik garis pantai dan gugusan pulau kecil, Lombok menempati posisi strategis di peta Wisata Bahari Indonesia. Pada 2026, pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diproyeksikan menjadi destinasi nomor dua paling banyak disinggahi Kapal Pesiar setelah bali.

Jumlah Kapal Pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB diproyeksikan naik 10 persen di tahun 2026.

"Kalau paling banyak, kita nomor dua, nomor satu itu bali, baru Lombok. Kalau bali setahun itu bisa 75 Kapal Pesiar, kita masih sepertiga-nya," ujar General Manager Pelabuhan Gili Mas, Kunto Wibisono, Jumat 2 Desember 2026.

Menurut Kunto, tren kenaikan ini berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2024, ada 22 Kapal Pesiar dengan jumlah penumpang 70.000 orang yang singgah.

Selanjtnya, tahun 2025 ada 24 kapal dengan 85 ribu wisatawan dan 2026 dijadwalkan 25 kapal.

Kapal Raksasa dan Rute Internasional

Awal tahun 2026 ditandai kedatangan Kapal Pesiar raksasa, Ovation Of The Seas milik Royal Caribbean. Kapal pesiar dengan panjang 348 meter ini membawa 4.684 orang wisatawan dan 1.200 kru.

Kapal tersebut menempatkan Lombok dalam rute pelayaran internasional Utama, pelabuhan ketiga yang disinggahi setelah dari Celukan Bawang dan Benoa.

Ovation Of The Seas bersandar selama 13 jam untuk memberi waktu wisatawan menjelajah pulau. Wisatawan yang turun menjelajah berbagai sudut Lombok.

Kapal pesiar ini bersandar di Pelabuhan Gili Mas pukul 07.00 Wita pagi hingga pukul 23.00 Wita malam. 

Kapal ini membawa wisatawan asal Eropa, Australia, India dan Asia. Untuk Destinasi Wisata yang banyak dikunjungi setelah sandar, Sengigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, termasuk Mandalika.

Dampak Ekonomi dan Tantangan Ke Depan

Menurut Kunto, di bulan Januari terdapat empat kapal pesiar yang sudah konfirmasi akan sandar. Jumlah ini dari 25 kapal yang dijadwalkan menyinggahi Pelabuhan Gili Mas.

Secara kapasitas, Pelabuhan Gili Mas sudah bisa menampung kapal pesiar berukuran besar. 

"Cuman, yang belum ini tinggal aja seperti di Bali, bisa tinggal satu atau dua hari, artinya ekonomi bisa lebih besar. Tapi di 2025 kita dua kapal yang menginap, sementara di 2026 kita belum dapat konfirmasi ada kapal yang tinggal," kata Kunto.

Dengan proyeksi pertumbuhan konsisten, kehadiran kapal pesiar bukan hanya menempatkan Lombok sebagai titik singgah penting di jalur Wisata Bahari dunia, tetapi juga sebagai etalase budaya, alam, dan ekonomi lokal Indonesia di mata wisatawan internasional.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!